Komikus Jepang Saint Seiya Masami Kurumada jadi korban dugaan penggelapan Rp515 miliar

Daerah21 Dilihat

Ringkasan Berita:

  • Komikus Jepang Masami Kurumada mengaku mengalami kerugian sedikitnya 4,686 miliar yen akibat dugaan penggelapan oleh mantan manajer dan sejumlah pihak 
  • Dugaan berlangsung sejak 2018 hingga 2024, termasuk pengalihan pendapatan lisensi karya ke rekening pihak lain 
  • Sebagian dana telah dikembalikan, tetapi lebih dari 2,8 miliar yen masih dituntut melalui gugatan perdata

 

Laporan Koresponden , Richard Susilo dari Jepang

, TOKYO — Komikus ternama Jepang, Masami Kurumada, 72, mengaku menjadi korban dugaan penggelapan dana senilai sedikitnya 4,686 miliar yen oleh mantan manajer dan sejumlah pihak terkait.

Kurumada, pencipta manga populer Saint Seiya dan Ring ni Kakero, mengungkap kasus tersebut dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (2/9/2026).

Ia juga telah mengajukan gugatan perdata untuk meminta ganti rugi atas sebagian dana yang hingga kini belum berhasil dikembalikan.

“Ini konferensi pers pertama saya. Selama ini saya memang menghadiri acara manga dan anime, tetapi belum pernah mengadakan konferensi pers,” kata Kurumada.

Menurut pihak Kurumada, dugaan penggelapan berlangsung sedikitnya selama enam tahun, yakni sejak 2018 hingga 2024.

Rekening Perusahaan Hampir Kosong

Kurumada mengatakan kasus tersebut terungkap setelah kondisi keuangan perusahaan yang dipimpinnya diketahui mengalami masalah serius.

Saat itu, saldo rekening perusahaan disebut hanya tersisa sedikit sehingga perusahaan kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran pajak dalam jumlah besar.

“Ketika kasus penggelapan ini diketahui, saldo rekening perusahaan kami hanya tersisa sedikit dan kami tidak mungkin membayar pajak dalam jumlah besar,” katanya.

Kurumada mengaku sulit menerima kenyataan bahwa dana perusahaan dalam jumlah besar telah hilang.

“Saya tidak lagi sekadar merasa marah. Perasaan itu sudah terlampaui dan yang tersisa hanyalah kehampaan,” ujar Kurumada.

Berdasarkan klaim pihak Kurumada, total kerugian akibat dugaan penggelapan tersebut mencapai sedikitnya 4,686 miliar yen.

“Jumlahnya terlalu besar sehingga sulit saya pahami. Mengapa, mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Nilai 4,6 miliar yen itu terlalu besar untuk dapat saya rasakan sebagai kenyataan,” katanya.

Dana Lisensi Diduga Dialihkan

Dalam materi gugatan, mantan manajer dan pihak-pihak terkait diduga memindahkan uang tanpa izin dari sejumlah perusahaan yang dipimpin Kurumada ke rekening pribadi mereka.

Salah satu dugaan tersebut berkaitan dengan pendapatan lisensi dari karya-karya Kurumada.

Dana lisensi yang seharusnya dibayarkan kepada perusahaan milik Kurumada diduga dialihkan oleh mantan manajer ke perusahaan miliknya sendiri.

Pihak Kurumada menilai tindakan tersebut menyebabkan perusahaan kehilangan dana yang seharusnya menjadi haknya.

Namun, seluruh dugaan tersebut masih menjadi materi gugatan perdata dan harus dibuktikan melalui proses hukum.

Kepercayaan Selama 25 Tahun

Kurumada mengatakan dirinya telah bekerja bersama mantan manajer tersebut selama sekitar 25 tahun.

Karena ingin berkonsentrasi pada kegiatan kreatif dan pembuatan manga, Kurumada mempercayakan berbagai urusan bisnis dan administrasi kepada orang tersebut.

“Saya ingin berkonsentrasi pada kegiatan kreatif dan penulisan manga. Karena itu, saya mengatakan bahwa urusan lainnya saya serahkan kepadanya,” ujar Kurumada.

Namun, menurut klaim Kurumada, kepercayaan yang telah dibangun selama puluhan tahun tersebut justru disalahgunakan.

Ia menuding mantan manajernya membangun lingkungan yang membuat informasi mengenai dugaan pelanggaran tersebut tidak sampai kepadanya.

“Orang itu selama puluhan tahun mendekati orang-orang di sekitar saya, termasuk editor dan staf, melalui uang, jamuan minum, dan pembelian kuitansi, sehingga perbuatannya tidak dilaporkan kepada saya,” kata Kurumada.

Pernyataan tersebut merupakan tuduhan dari pihak penggugat. Dalam materi yang disampaikan saat konferensi pers, belum terdapat tanggapan rinci dari mantan manajer maupun pihak tergugat.

Sebagian Dana Telah Dikembalikan

Pihak Kurumada menyebut sebagian dana yang hilang telah berhasil dipulihkan.

Namun, masih terdapat lebih dari 2,8 miliar yen yang belum dikembalikan. Melalui gugatan perdata tersebut, Kurumada meminta pembayaran ganti rugi atas sisa kerugian tersebut.

Pengacara Kurumada, Tomohiro Nozaki dari Sakura Kyodo Law Office, mengatakan kasus tersebut diketahui sekitar Februari 2024.

Waktu tersebut bertepatan dengan mencuatnya kasus Ippei Mizuhara, mantan penerjemah pemain bisbol Shohei Ohtani, yang juga terseret kasus penggelapan dana.

“Pada saat itu, ternyata telah terjadi kasus dengan nilai yang lebih besar,” kata Nozaki.

Saint Seiya Terjual Lebih dari 50 Juta Eksemplar

Masami Kurumada merupakan salah satu komikus senior Jepang yang memiliki popularitas internasional.

Namanya mulai dikenal luas melalui manga Ring ni Kakero, yang diterbitkan pada 1977 hingga 1983. Manga tersebut mengangkat kisah tinju dengan unsur persahabatan, persaingan, teknik pertarungan, dan pengorbanan.

Kesuksesan terbesar Kurumada datang melalui Saint Seiya, yang mulai diterbitkan di majalah Weekly Shonen Jump pada 1986.

Manga tersebut mengisahkan para kesatria yang mengenakan baju zirah bernama Cloth untuk melindungi Dewi Athena.

Saint Seiya kemudian berkembang menjadi serial animasi, film, permainan video, berbagai produk berlisensi, serta sejumlah adaptasi internasional.

Manga tersebut telah terjual lebih dari 50 juta eksemplar dan memiliki basis penggemar di berbagai negara, terutama di Asia, Eropa, dan Amerika Latin.

Besarnya bisnis lisensi dari karya-karya Kurumada menjadi salah satu bagian penting dalam perkara dugaan penggelapan yang kini dibawa ke pengadilan.

Perjalanan Karier Masami Kurumada

Kurumada lahir di Tsukishima, Chuo-ku, Tokyo, dan merupakan anak tunggal dari keluarga pekerja konstruksi.

Ketertarikannya terhadap dunia manga muncul setelah membaca karya Hiroshi Motomiya berjudul Otoko Ippiki Gaki Daishō.

Saat duduk di kelas tiga sekolah menengah atas, Kurumada mengirimkan karya pertamanya ke kompetisi majalah Weekly Shonen Jump. Karya tersebut tidak berhasil memenangkan kompetisi.

Ia kemudian mendatangi kantor redaksi untuk menanyakan alasan penolakannya. Pertemuan tersebut justru membuka jalan bagi Kurumada untuk menjadi asisten komikus Kō Inoue, yang saat itu mengerjakan Samurai Giants.

Kurumada kemudian memulai debut profesionalnya pada usia sekitar 20 tahun melalui manga Sukeban Arashi, yang diterbitkan di Weekly Shonen Jump.

Sejumlah karya utama Kurumada antara lain: Sukeban Arashi,  Ring ni Kakero,  Fūma no Kojirō,  Otoko Zaka,  Saint Seiya,  Silent Knight Shō,  Akane-iro no Kaze, B’T X

Ring ni Kakero 2. Kemudian  Saint Seiya: Next Dimension,  Fūma no Kojirō Gaiden: Asuka Mumyochō. 

Ciri khas karya Kurumada antara lain pertarungan dramatis, persahabatan, keberanian, kesetiaan, pengorbanan, serta karakter yang terus bangkit meski menghadapi luka dan kekalahan.

Melalui Saint Seiya, Kurumada kemudian dikenal sebagai salah satu komikus Jepang yang karyanya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan budaya manga dan anime di luar Jepang.

Situs resmi Masami Kurumada juga mencatat dirinya masih mengerjakan serial Fūma no Kojirō Gaiden: Asuka Mumyochō untuk majalah Monthly Champion RED.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *