Konsumen Daihatsu didominasi first car buyer, LCGC dan mobil niaga jadi primadona

   

forumnusantaranews.comFenomena first car buyer atau pembeli mobil pertama kembali menjadi sorotan pada pasar otomotif nasional. Biasanya, first car buyer didominasi kelompok konsumen muda, terutama generasi milenial dan Gen Z yang telah memasuki usia produktif.

Mereka lah yang sering dianggap menjadi penopang baru pertumbuhan penjualan kendaraan. Mereka tidak lagi sekadar melihat mobil sebagai simbol status, tetapi juga kebutuhan mobilitas dan penunjang aktivitas harian.

Konsumen yang termasuk dalam pembeli mobil pertama lebih mempertimbangkan efisiensi bahan bakar, biaya perawatan, hingga kemudahan cicilan. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Marketing dan Corporate Communication Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani. Dia menjelaskan bahwa konsumen Daihatsu didominasi oleh  first car buyer. Konsumen mereka juga kebanyakan berdomisili di luar Jabodetabek.

’’Konsumen tak lagi mencari mobil berdasarkan desain, tapi mengenai jaringan aftersalesdan kemudahan cicilan,” kata Sri Agung saat kunjungan ke media redaksi forumnusantaranews.comdi Gedung Graha Pena, Jakarta Selatan, Senin (11/5).

Meski saat ini telah memasuki era elektrifikasi, hal ini tenyata tak begitu berlaku di daerah. Masih banyak konsumen yang loyal dengan mobil berbahan bensin alias ICE (internal combustion engine). Alasannya pun beragam dari durabilitas hingga kurang meratanya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi mobil listrik.

Tak heran jika kemudian, berbagai model low cost green car (LCGC) menjadi primadona bagi konsumen mereka yang masuk dalam kategori first car buyer. Daihatsu sendiri memiliki dua model LCGC yaitu Ayla di segmen city car dan Sigra yang bermain di segmen low multipurpose vehicle (MPV).

Selain itu, brand yang bermain bawah dan menengah itu juga mengakar kuat di segmen mobil niaga melalui Gran Max yang ditawarkan dalam berbagai model. Mulai dari pick-up, van, hingga blind van.  

Di sisi lain, produsen otomotif sendiri seringkali melihat segmen first car buyer sebagai pasar potensial yang terus berkembang. ’’Beragam strategi kami lakukan, mulai dari menghadirkan model dengan harga lebih terjangkau, tenor pembiayaan panjang, hingga fitur digital yang dekat dengan gaya hidup anak muda,’’ urainya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut membuat persaingan industri otomotif semakin ketat dalam merebut hati pembeli mobil pertama di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *