Inovasi Digital De Imej untuk Membantu Wisatawan Asing di Jawa Timur
Jawa Timur kini memiliki inovasi digital yang dirancang khusus untuk membantu wisatawan asing (WNA) dalam mengakses informasi penting saat berkunjung ke provinsi ini. Inovasi tersebut diberi nama De Imej, yang merupakan singkatan dari Digital Ecosystem of Immigration and East Java. Dengan satu kali scan QR Code, WNA dapat langsung mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan melalui ponsel mereka.
Tujuan De Imej
De Imej dirancang sebagai pintu masuk informasi bagi warga negara asing yang ingin berkunjung atau tinggal di Jawa Timur. Informasi yang tersedia mencakup berbagai aspek seperti aturan imigrasi, destinasi wisata, budaya, hingga kuliner khas Jawa Timur. Hal ini bertujuan untuk memudahkan WNA dalam memahami dan mengakses informasi yang relevan selama berada di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menjelaskan bahwa De Imej tidak hanya menyediakan informasi keimigrasian, tetapi juga mencakup hal-hal lain yang mungkin dibutuhkan oleh WNA. “Ada informasi tentang imigrasi, investasi, budaya, dan kuliner. Semua informasi ini tersedia di satu tempat,” ujarnya.
Cara Mengakses De Imej
Cara penggunaan De Imej sangat mudah. WNA cukup melakukan scan QR Code yang tersedia di berbagai titik strategis, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), bandara, tempat wisata, kantor imigrasi, hingga hotel-hotel favorit yang sering dikunjungi oleh WNA. Dengan demikian, WNA dapat dengan cepat mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa harus repot mencari sumber informasi yang berbeda-beda.
Novianto menambahkan bahwa salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh WNA adalah keterbatasan bahasa. Banyak dari mereka tidak memahami informasi lokal yang biasanya disajikan dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, De Imej hadir sebagai solusi untuk membantu WNA memahami lingkungan sekitar dan aturan yang berlaku.
Fungsi De Imej dalam Pengelolaan Keimigrasian
Selain memberikan informasi umum, De Imej juga menyediakan panduan regulasi keimigrasian, termasuk prosedur jika terjadi kehilangan paspor maupun kebutuhan administratif lainnya. Hal ini sangat berguna bagi WNA yang mungkin tidak familiar dengan sistem pemerintahan dan kebijakan di Indonesia.
Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Jawa Timur kepada dunia. Novianto menyatakan bahwa ide pengembangan De Imej berasal dari keinginan untuk membuat Jawa Timur lebih dikenal secara internasional. Ia bahkan berharap inovasi ini bisa diperluas ke tingkat nasional, sehingga dapat dimanfaatkan oleh daerah-daerah lain yang juga diminati oleh wisatawan mancanegara, seperti Bali dan Sumatera Utara.
Perkembangan dan Pengembangan De Imej
Sejak diluncurkan pada November 2025 lalu, De Imej telah membantu WNA dalam mengakses informasi di Jawa Timur. Namun, Novianto menyadari bahwa masih ada ruang untuk penyempurnaan. “De Imej tentu masih perlu peningkatan, misalnya penambahan fitur informasi jarak ke Bromo, rekomendasi hotel, dan tempat wisata,” katanya.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan kebutuhan wisatawan, De Imej diharapkan dapat menjadi salah satu alat utama dalam mempermudah akses informasi bagi WNA di Jawa Timur dan daerah lainnya. Dengan begitu, Jawa Timur akan semakin dikenal sebagai tujuan wisata yang ramah dan informatif bagi para pengunjung asing.
Tinggalkan Balasan