Korban Ditemukan Mengambang di Waduk Jatiluhur
Sumarna, seorang petugas keamanan (security) di Waduk Jatiluhur, ditemukan mengambang di kawasan Tanggul Kayat, Kampung Kembang Kuning, Purwakarta pada Jumat (24/7) pagi. Kejadian ini menimbulkan banyak tanda tanya terkait penyebab kematiannya.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat menegur sekelompok orang yang melakukan aksi vandalisme di area objek vital tersebut. Dugaan itu muncul setelah beredarnya rekaman status WhatsApp yang diduga diunggah oleh Sumarna beberapa saat sebelum kejadian. Dalam unggahan video tersebut, korban memperlihatkan adanya coretan di jalan area tanggul Waduk Jatiluhur dan mengeluhkan aksi tak bertanggung jawab itu.
Pos Jaga Kosong dan HT Tergeletak
Kronologi insiden ini bermula ketika keberadaan Sumarna memicu tanda tanya sejak Kamis malam (23/7) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, rekan kerjanya mendapati pos jaga dalam kondisi kosong melompong. Di lokasi tersebut, hanya terlihat sepeda motor milik korban yang masih terparkir dengan rapi.
Upaya rekan korban untuk menghubungi ponselnya pun tidak membuahkan hasil karena nomor telepon Sumarna mendadak tidak aktif. Petunjuk awal mulai ditemukan saat perangkat handy talky (HT) milik Sumarna ditemukan tergeletak di atas sebuah perahu yang bersandar di sekitar lokasi.
Ketiadaan kabar tersebut berakhir duka pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB ketika tubuh Sumarna ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur, tak jauh dari posisi HT tersebut. Saat dievakuasi oleh petugas gabungan, korban masih mengenakan seragam security lengkap, serta dalam kondisi kedua tangan terborgol.
Polisi Gelar Olah TKP dan Penyisiran
Menerima laporan dari masyarakat, Satreskrim Polres Purwakarta bersama Satpolairud langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan barang bukti. Kasat Polair Polres Purwakarta, AKP Jamal Nasir, mengonfirmasi bahwa pihaknya bergerak cepat bersama unsur terkait untuk memastikan proses evakuasi serta pengamanan di lokasi kejadian berjalan sesuai prosedur.
“Kami bersama personel gabungan segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi, membantu proses evakuasi korban, mengamankan area, serta berkoordinasi dengan Satreskrim dalam rangka penyelidikan lebih lanjut. Seluruh langkah dilakukan sesuai prosedur agar proses penanganan berjalan optimal,” ujar AKP Jamal Nasir dalam keterangannya.
Penyelidikan mendalam kini ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Purwakarta guna merangkai kronologi pasti hingga penyebab kematian korban.
Warga Diimbau Tak Berspekulasi
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan untuk mengungkap tabir penemuan jasad petugas keamanan tersebut. Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, meminta masyarakat untuk tidak cepat mengambil kesimpulan atau menyebarkan rumor yang belum terverifikasi di media sosial.
“Kami mengajak masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Saat ini Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta dan keterangan yang diperoleh di lapangan,” tegas IPTU Tini Yutini.
Ia menambahkan agar publik tetap tenang dan tidak membagikan potongan informasi yang tidak pasti agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Tinggalkan Balasan