JAKARTA – Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menyampaikan apresiasi terhadap sikap anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman, yang telah memberikan permintaan maaf atas ucapan yang sempat viral di media sosial.
Wakil Ketua KWP Erwin Syahputra Siregar menilai tindakan Benny menunjukkan kedewasaan dan penghormatan terhadap profesi jurnalis. Ia mengatakan bahwa permintaan maaf tersebut diterima dengan baik oleh KWP.
“Kami menerima permintaan maaf Pak Benny dengan baik. Ini bentuk tanggung jawab moral dan etika seorang wakil rakyat terhadap publik dan insan pers,” ujar Erwin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8).
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa pernyataan BKH harus menjadi bahan refleksi bagi komunitas wartawan. Menurutnya, para wartawan saat ini menghadapi banyak tantangan sehingga perlu terus menerus mawas diri dan koreksi diri.
“Omongan BKH harus menjadi alarm untuk dunia wartawan,” ujarnya.
Peristiwa polemik tersebut terjadi saat Benny diwawancarai oleh sejumlah wartawan terkait kehadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara pidato presiden menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Saat itu, Benny sempat melontarkan kalimat, “Woi kamu, otak kamu ada engak?” kepada salah satu wartawan.
Dalam klarifikasinya, Benny menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk merendahkan wartawan.
“Saya tidak ada niat merendahkan teman-teman wartawan. Saya ini mantan wartawan, tidak mungkin merendahkan profesi yang saya hormati,” kata Benny.
Dia menuturkan bahwa ucapan itu keluar secara spontan karena dirinya terburu-buru menuju toilet setelah menjawab beberapa pertanyaan.
“Saya sudah jelaskan bahwa Pak SBY sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Amerika dan kemungkinan tidak hadir di acara kenegaraan, tetapi ada pertanyaan yang diulang, saya refleks menjawab seperti itu,” ujarnya.
KWP menilai klarifikasi dan permintaan maaf tersebut sebagai langkah positif untuk menjaga hubungan baik antara parlemen dan media.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara anggota dewan dan wartawan tetap mengedepankan saling menghormati,” ujar Erwin.
Sebelumnya, Benny K Harman menegaskan bahwa SBY tidak akan hadir dalam upacara 17 Agustus di Istana Merdeka karena masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Amerika Serikat hingga akhir bulan.
“Beliau lagi check-up di Amerika, jadi kemungkinan tidak hadir,” kata Benny.
Tinggalkan Balasan