Ringkasan Berita:
- Honda Vario milik seorang guru di Mangkang Wetan sempat dicuri dan tiga hari kemudian ditemukan kembali tidak jauh dari lokasi semula.
- Warga dibuat heran karena di bawah jok motor ditemukan surat permintaan maaf yang diduga ditulis oleh pelaku.
- Meski motor telah kembali dan keluarga terduga pelaku disebut sudah meminta maaf, korban tetap menempuh proses hukum karena kasus tersebut telah dilaporkan kepada polisi.
, SEMARANG – Kisah pencurian sepeda motor di Krajan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, berakhir dengan kejadian yang tak biasa.
Motor Honda Vario putih yang sempat dibawa kabur justru ditemukan kembali hanya tiga hari setelah pencurian.
Namun, ada hal lain yang membuat warga semakin penasaran. Di bawah jok motor tersebut ditemukan secarik surat berisi permintaan maaf yang diduga ditulis oleh pelaku.
Surat itu disebut ditujukan kepada pemilik kendaraan dan tokoh masyarakat setempat sekaligus Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman atau yang akrab disapa Pilus.
Motor tersebut diketahui milik M Benny Priaaji, guru SMP Negeri 28 Semarang.
Kendaraan itu hilang ketika Benny sedang bertamu ke rumah rekannya, Gilang, di RT 3 RW 1 Krajan Mangkang Wetan, Jumat (28/8) siang.
Diduga Kabur Setelah Gagal Mencuri di Lokasi Lain
Sebelum motor milik Benny hilang, terduga pelaku disebut sempat melakukan percobaan pencurian di kawasan Dondong, Wonosari.
Aksi tersebut diduga gagal setelah pelaku terjatuh ke selokan dan diketahui warga. Dalam situasi tersebut, pelaku kemudian melarikan diri ke arah utara menuju Krajan Mangkang Wetan.
Dalam pelariannya, pelaku disebut sempat meninggalkan sejumlah barang, di antaranya helm kuning bertuliskan Maxim dan jaket berwarna biru.
Pelarian itu kemudian diduga berlanjut dengan aksi pencurian lain. Setibanya di Krajan Mangkang Wetan, pelaku mengambil Honda Vario putih milik Benny yang sedang terparkir di depan rumah Gilang.
Motor tersebut kemudian dibawa pergi dan sempat membuat korban kehilangan kendaraannya.
Tiga Hari Hilang, Motor Tiba-Tiba Kembali
Kejadian tak terduga terjadi tiga hari kemudian. Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, motor tersebut kembali pada Senin (31/8) dini hari.
Kendaraan diletakkan tidak jauh dari lokasi semula. Warga kemudian mengetahui motor itu telah kembali pada Senin pagi.
Tokoh masyarakat Mangkang, Kadar Lusman, mengaku terkejut setelah mengetahui kendaraan tersebut bukan hanya dikembalikan, tetapi juga menyimpan sebuah surat di bawah jok.
“Iya kalau permintaan maaf itu kan saya juga enggak ngerti, tahu-tahu di bawah jok motor ada surat, ‘Lho ada surat, dibaca kok’ ada (nama Kadarlusman?) Ya, ini yang saya ketahui,” kata Pilus.
Pilus menjelaskan bahwa dirinya bukan pemilik motor sekaligus bukan korban langsung dalam pencurian tersebut.
Ia mengetahui peristiwa itu karena pemilik kendaraan merupakan tamu yang sedang berkunjung ke rumah tetangganya.
“Iya kalau saya ini kan sebetulnya bukan dari korban ya, bukan pemilik, tapi dia tamu di situ.”
“Tamu di wilayahku, di sebelah rumahku. Jadi ‘mertamu’ di tetanggaku juga masih saudaraku di situ.
Jadi saya hanya kecewa saja. Kecewa dan merasa jengkel dengan kejadian seperti ini,” terangnya.
Pilus Heran Terduga Pelaku Disebut Warga Lokal
Kekecewaan Pilus bukan hanya karena adanya pencurian. Ia justru merasa prihatin lantaran terduga pelaku disebut merupakan warga sekitar yang memahami kondisi lingkungan.
“Bukan berarti saya melakukan sesuatu atau dianggap seperti apa sih enggak juga saya.
Kalau pelakunya orang luar saya enggak masalah ya, orang-orang luar itu kan enggak ngerti lingkungan, enggak ngerti kondisi, enggak ngerti siapa dan seterusnya.
Nah ini pelakunya warga lokal kan mbangeti toh kuwi? ‘Kebangetan’. Hanya itu Mbangeti lah menurut saya,” tuturnya.
Surat permintaan maaf yang ditemukan di bawah jok motor pun tidak serta-merta membuat persoalan menjadi jelas bagi Pilus.
“Surat itu permintaan maafnya kepada pemilik dan kepada Pak Pilus. Ya aku ngekek wae lho kok iso karo aku ki lho ‘Aku tertawa saja, kok bisa (minta maafnya) kepada saya’.
Ya alasannya sama kan khilaf. Lha ini nyolong ‘mencuri’ kok khilaf kan bingung,” ungkapnya.
Menurut Pilus, surat tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru. Apalagi, terduga pelaku diduga telah melakukan percobaan pencurian sebelum mengambil motor Benny.
Keluarga Terduga Pelaku Sempat Datang
Di tengah kejadian tersebut, keluarga terduga pelaku disebut sempat mendatangi pihak terkait untuk menyampaikan permintaan maaf.
Keluarga tersebut juga menyatakan keinginan untuk mengembalikan kendaraan yang telah dicuri. Motor akhirnya benar-benar ditemukan kembali pada Senin dini hari.
Meski kendaraan sudah kembali kepada pemilik, persoalan tersebut belum otomatis selesai.
Korban diketahui telah membuat laporan kepada kepolisian sehingga proses hukum tetap berjalan.
“Ya kalau saya karena si korban ini sudah lapor kan ke pihak kepolisian ya kita ikuti saja, kita ikuti proses dari pihak berwajib.
Kalau kami kan bukan lembaga yang untuk bisa menghentikan proses karena yang korbannya maunya seperti ini.
Kan enggak bisa mencegah juga,” ungkapnya. (idy)



















