
Forumnusantaranews.com- Keselamatan pelayaran menjadi perhatian serius Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan penanganan kondisi darurat umum di atas kapal bagi para awak kapal speedboat.
Kegiatan berlangsung di Gedung Terminal Tunggu Penumpang Pelabuhan Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Rabu (9/9/2026). Pelatihan dipimpin langsung Plt. Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Muhamad Syaiful, S.T., M.M.Tr., dan diikuti para crew speedboat serta agen pelayaran yang beroperasi di wilayah Tanjung Batu.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat selama pelayaran.
Melalui pelatihan tersebut, para awak kapal dibekali pemahaman mengenai prosedur General Emergency Drill, mulai dari pembagian tugas masing-masing crew, penggunaan peralatan keselamatan di atas kapal, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik dan simulasi secara langsung. Para peserta dilatih agar mampu merespons kondisi darurat dengan cepat, tepat dan terkoordinasi, sehingga keselamatan awak kapal maupun penumpang dapat lebih terjamin.
Kabid Keselamatan Berlayar, Patroli dan Penjagaan (KBPP) KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt. Sunaryanto, turut memberikan pembekalan secara langsung kepada para peserta.
Salah seorang crew kapal yang mengikuti pelatihan mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini memberikan pengetahuan tambahan yang sangat penting bagi awak kapal, khususnya dalam menghadapi situasi darurat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan materi-materi lain yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran.
Sementara itu, Plt. Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Muhamad Syaiful, S.T., M.M.Tr., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya KSOP memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran para awak kapal terhadap pentingnya keselamatan pelayaran.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan pengetahuan dan edukasi kepada awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat di atas kapal saat berlayar,” ujarnya.
Selain penanganan kondisi darurat, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap tata kelola manifest penumpang, khususnya bagi kapal yang melakukan persinggahan di pulau-pulau untuk menaikkan penumpang.
Menurutnya, pembaruan data manifest harus dilakukan setiap kali terdapat penambahan penumpang selama kapal melakukan persinggahan.
“Kami juga mengingatkan kepada pramugari kapal agar selalu memperbarui manifest penumpang apabila kapal singgah di suatu pulau dan terdapat penumpang yang naik,” tegasnya.
Muhamad Syaiful menjelaskan, pelatihan keselamatan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam dan dilanjutkan di Pelabuhan Tanjung Batu.
Selanjutnya, kegiatan serupa direncanakan menyasar sejumlah pelabuhan lainnya, di antaranya Pelabuhan Moro, Pelabuhan Pulau Buru dan Pelabuhan Selat Belia.
Ia menegaskan, aspek keselamatan pelayaran bukan sesuatu yang dapat ditawar. Karena itu, KSOP akan melakukan pengawasan dan memberikan tindakan terhadap awak kapal maupun operator yang terbukti tidak memenuhi ketentuan keselamatan.
“Apabila ada pelanggaran dari awak kapal yang tidak melaksanakan aspek keselamatan pelayaran, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Apabila sampai mengancam keselamatan jiwa, tentunya akan diberikan sanksi tegas,” katanya.
Sanksi tersebut, lanjutnya, dapat berupa kapal tidak diizinkan berangkat hingga pencabutan izin apabila pelanggaran yang dilakukan memenuhi ketentuan untuk dikenakan sanksi tersebut.
Sebagai langkah penguatan pengawasan, KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun juga akan menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan kepada para nakhoda, awak kapal dan operator kapal.
Surat edaran tersebut nantinya memuat penegasan mengenai kewajiban penerapan aspek keselamatan pelayaran sekaligus konsekuensi dan sanksi terhadap setiap pelanggaran.
“Kami terakhir akan membuat Surat Edaran yang berisi perintah kepada para nakhoda, awak kapal dan operator kapal sehubungan dengan keselamatan pelayaran serta sanksi tegas,” pungkasnya.
Melalui pelatihan dan penguatan pengawasan tersebut, KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun berharap tercipta sinergi yang semakin baik bersama para pengguna jasa pelayaran. Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban administratif, keselamatan diharapkan menjadi budaya bersama demi mewujudkan transportasi laut yang aman, nyaman, tertib dan selamat bagi masyarakat di wilayah Karimun.



















