Perkuat Nilai Agamis Kota Jambi Bahagia, Wali Kota Maulana Hadiri Wisuda Tahfizh 30 Juz 43 Santri di Ponpes Daarul Huffaazh

Daerah14 Dilihat

Jambi, Forumnusantaranews.com-

Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung
pendidikan keagamaan sebagai upaya membentuk masyarakat berakhlak, harmonis
dan bahagia.

Komitmen itu kembali ditunjukkan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana,
M.K.M., dengan menghadiri Wisuda Tahfizh Qur’an 30 Juz Bil Ghaib ke-V dan
Milad ke-XII Pondok Pesantren Daarul Huffaazh Al-Islami Jambi di Jalan
Sunan Gunung Djati, Perum BPKP, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru,
pada Sabtu (26/09/2026).

Acara yang mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Membentuk Generasi Masa Depan”
tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan. Sebanyak 43 santri dan
santriwati diwisuda setelah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz
bil ghaib, yang terdiri dari 13 laki-laki dan 30 perempuan. Dalam
sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan selamat dan apresiasi kepada
para santri serta orang tua yang telah berjuang mendampingi anak-anak
mereka.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya mengucapkan selamat kepada ananda
yang sudah berhasil menghatamkan hafalannya, dan kepada ayah, bunda serta
orang tua. Kita semua tentu bersyukur dan berbahagia karena di Kota Jambi
banyak tempat-tempat pendidikan keagamaan,” ujar Wali Kota.

Ia menilai pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran
strategis dalam membentuk SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual,
tetapi juga berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an.

Wali Kota menegaskan pembangunan Kota Jambi tidak hanya diarahkan pada
kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada kebahagiaan masyarakat secara
utuh, lahir dan batin. Hal itu sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia. “Ini
sejalan dengan Kota Jambi Bahagia, komponen agamis. Karena kebahagiaan itu
bukan hanya secara fisik, tetapi juga rohani. Oleh karena itu, kehadiran
saya bersama camat dan jajaran merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota
Jambi terhadap seluruh proses pendidikan keagamaan bagi anak-anak Jambi,”
jelasnya.

Pemkot Jambi, lanjut dia, akan terus memberikan dukungan terhadap
pendidikan keagamaan, termasuk insentif guru majelis taklim, fasilitas, dan
dukungan lainnya sesuai kewenangan daerah. “Kami sangat support. Baik itu
memberikan insentif bagi guru-guru majelis taklim, memberikan fasilitas,
dukungan dan lain-lain. Mudah-mudahan Allah memberkahi dan memberikan
kesuksesan untuk Pondok Pesantren Daarul Huffaazh,” ungkapnya.

Maulana juga berpesan kepada para wisudawan agar keberhasilan menghafal 30
juz tidak dianggap sebagai akhir, melainkan awal tanggung jawab yang lebih
besar untuk menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Ini sumber daya manusia yang luar biasa, berakhlak, cinta Al-Qur’an dan
menjaga Al-Qur’an. Al-Qur’an itu mulia dan memuliakan siapa pun yang
bersentuhan dengan Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan untuk Al-Qur’an merupakan amal besar
di sisi Allah SWT dan mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan
mengamalkan Al-Qur’an.

“Insya Allah rahmat Allah turun, sehingga kebahagiaan ini terwujud.
Kebahagiaan tidak hanya fisik, tetapi juga rohani,” katanya.

Menurut Maulana, keberadaan Ponpes Daarul Huffaazh sangat relevan dengan
arah pembangunan Kota Jambi Bahagia, khususnya dalam memperkuat nilai
agamis. Ia juga menyebut kebahagiaan terbesar orang tua adalah memiliki
anak penghafal Al-Qur’an.

“Kebahagiaan terbesar itu bisa memiliki anak-anak yang memiliki ilmu agama
dan penghafal Al-Qur’an. Alhamdulillah, anak-anak saya juga penghafal
Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Huffaazh Al-Islami Jambi,
Ust. Kiyai H. Erman Ripai, Al-Hafiz, S.Pd.I., menyampaikan bahwa di usia
ke-12 tahun, ponpes tersebut telah mencetak 153 hafiz 30 juz. Ponpes ini
berdiri sejak 15 September 2014.

Ia menjelaskan, proses menghafal Al-Qur’an tidak instan. Dibutuhkan
kesabaran, kedisiplinan, ketekunan dan komitmen kuat dari santri, pengasuh
dan orang tua. Setiap santri tidak boleh melanjutkan ke juz berikutnya
sebelum hafalan sebelumnya benar-benar dikuasai.

“Ketika mereka ingin naik ke juz berikutnya, hafalan sebelumnya harus
dibaca dan dikuasai terlebih dahulu. Kalau belum selesai dan belum kuat,
kami tidak akan menaikkan ke juz selanjutnya. Ini merupakan prinsip dalam
proses pembinaan tahfiz,” jelasnya.

Karena ketatnya proses, waktu penyelesaian hafalan berbeda-beda, ada yang 3
tahun, 4 tahun, 5 tahun, bahkan 6 tahun.

“Paling cepat ada yang tiga tahun, dan itu sudah sangat cepat. Karena dari
juz pertama sampai juz berikutnya ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.
Setiap hafalan harus benar-benar dibaca, diulang dan dinyatakan lulus
sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya,” tuturnya. Tujuan pembinaan
bukan mengejar kecepatan, tetapi memastikan hafalan kuat dan terjaga seumur
hidup.

“Alhamdulillah, hari ini tepat 12 tahun perjalanan kami. Mohon doa dari
para alim ulama, para penyelenggara, masyarakat dan seluruh pihak agar ke
depan kami tetap istiqamah dalam menjalankan amanah ini,” ungkapnya.

Ust. Kiyai H. Erman Ripai, Al-Hafiz , S.PD.I juga menyampaikan terima kasih
kepada masyarakat sekitar dan seluruh pihak yang selama ini memberikan
dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan dan pembinaan para santri.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat sekitar atas dukungan terhadap
pendidikan santri. Menurutnya, menjadi hafiz bukan akhir perjalanan,
melainkan tanggung jawab untuk menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur’an
sebagai pedoman hidup.

Wali Kota Maulana menambahkan, keberadaan ulama, ponpes, majelis taklim dan
komunitas keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun Kota Jambi.

“Insya Allah dengan kita terus menghidupkan kegiatan-kegiatan Al-Qur’an,
bersholawat dan kegiatan keagamaan, rahmat Allah turun dan kebahagiaan
masyarakat Kota Jambi dapat kita wujudkan bersama,” pungkas Maulana.

Momentum ini menjadi ikhtiar bersama dalam membangun generasi masa depan
yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia dan memiliki fondasi agama yang
kuat, sekaligus memperkuat cita-cita Kota Jambi Bahagia sebagai kota
perdagangan dan jasa yang bersih, aman, harmonis, agamis, inovatif dan
sejahtera.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *