ForumNusantaranews.com LAMPUNG UTARA — Antrean panjang BBM jenis Solar subsidi di SPBU Pertamina Nomor 24.345.135, Jalan Soekarno-Hatta, Kotabumi Selatan, membuat sopir logistik menjerit. Mereka harus menghabiskan waktu seharian hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Salah satu seorang sopir Fuso yang sedang menempuh perjalanan dari Baturaja menuju Lampung mengaku menjadi korban antrean tersebut, Kamis (8/10/2026).
“Saya antre dari jam 4 pagi dan baru bisa dapat BBM sekitar jam 4 sore,” keluhnya saat dikonfirmasi di lokasi.
Menurutnya, kemacetan antrean diduga akibat maraknya praktik pengecoran atau pengisian BBM berulang oleh kendaraan roda empat berukuran kecil. Kondisi serupa bahkan dinilai lebih parah di beberapa SPBU lainnya.
Keterlambatan ini berdampak langsung pada terhambatnya arus distribusi barang, termasuk pasokan semen untuk kebutuhan masyarakat. Harga Solar subsidi tersebut Rp6.800 per liter, dengan informasi dari petugas bahwa pasokan baru akan tiba sekitar pukul 09.00 WIB.
“Harapan kami jangan sampai seperti ini terus. Perjalanan jadi terhambat, pasokan untuk masyarakat juga jadi lambat. Kami meminta dinas terkait segera mengambil tindakan tegas dan jangan tinggal diam melihat keluhan masyarakat yang harus mengantre seharian,”tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU terkait belum memberikan konfirmasi resmi.(Apri)



















