Sarwendah pamer hasil tes kesehatan non-reaktif, kuasa hukum Ruben Onsu sentil balik: Ini terlalu dibesar-besarkan!

Daerah4 Dilihat

Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu menjawab tantangan dari pihak Ruben Onsu untuk melakukan tes kesehatan. Dari hasil tes itu, Sarwendah dinyatakan non-reaktif terhadap penyakit tiga huruf yang selama ini ramai diperbincangkan.

Sarwendah menunjukkan hasil laboratorium tes kesehatan itu setelah sidang pokok perkara gugatan hak asuh anak yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026). Pihak Sarwendah menyebut tes kesehatan itu sudah dijalani sejak Mei 2026.

Sarwendah pamer hasil tes kesehatan non-reaktif, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang memberi respon menohok. Diakui Minola, ia memiliki alasan tersendiri mengapa menantang Sarwendah untuk menunjukkan tes kesehatan.

Hal itu karena hasil tes kesehatan Ruben Onsu menuai berbagai komentar di masyarakat. Padahal, tes kesehatan Ruben Onsu juga menunjukkan hasil non-reaktif dari penyakit kronis.

“Jadi, saya challenge dia itu kan sebenarnya, saya hanya ingin dia menunjukkan hasil tes kesehatannya itu karena kan ketika kita menunjukkan hasil kesehatan Ruben Onsu yang hasil rujukannya non-reaktif banyak pendapat di masyarakat.”

“Bahkan dari bahasa tersirat sendiri itu seolah-olah sesuatu yang tidak lazim,” ucapnya dilansir dari akun Tiktok @koko.hiro.chimot.

“Jadi saya menchallenge dia itu hanya ingin menunjukkan, apa sih hasil tesnya dia,” tandasnya.

Minola menyebut sebenarnya tidak ada masalah antara tes kesehatan Ruben maupun Sarwendah. Ia juga berpendapat masalah ini semestinya tidak dibesar-besarkan.

Namun, ia menyoroti pernyataan pengacara Sarwendah yang menyinggung soal form-form berbeda dari hasil tes kesehatan Ruben Onsu. Sebagai pengacara, Minola mengaku tak punya kapastitas untuk menjelaskan hal tersebut, karena hal itu adalah ranah ahli kesehatan.

“Nah, dari sebelum dia menunjukkan itu, saya sudah mengatakan kalau nanti misalnya ternyata hasil tesnya itu non-reaktif, lalu apa persoalannya? Kenapa kita meribetkan hal-hal yang seperti itu? Seolah memiliki hasil yang lebih baik,” cecar Minola.

 

“Kemudian kalau dia menterjemahkan ada form-form yang berbeda, seperti itu, ini kan bukan kapasitasnya kita menerangkan hasil tersebut. Karena kalau kita menerangkan dan membaca hasil laboratorium, ini kurang tepat karena saya dan dia bukan ahlinya,” tegasnya.

“Jadi, apa pun yang dia sampaikan tidak bisa mewakili apa yang menjadi gambaran paling jelas dari hasil lab tersebut,” imbuh Minola.

Di akhir kalimatnya, Minola meminta agar pihak Sarwendah tidak membesar-besarkan masalah tersebut. Ia menyinggung soal dampak psikis anak jika masalah ini terus dibesar-besarkan.

“Sekali lagi saya katakan, kalau kita bicara mengenai masalah isu kesehatan ini selain tidak tepat momennya dan kemudian ini terlalu dibesar-besarkan implementasinya sebenarnya akan tidak baik untuk anak, kalau misalkan salah satu, atau dua-dua orang tuanya dicurigai mengidap suatu penyakit yang ingin dihindari juga akan berdampak jelek pada anak-anak, (dikhawatirkan) nanti ada pemboikotan dari sekolah misalnya,” ujarnya.

“Kita mikirin itu, makanya kita tidak mau terlalu terbuka membahas masalah yang terkait itu, toh hasil kesehatan klien kami non-reaktif, tapi ini selalu digoreng-goreng sama pihak mereka, karena mereka menganggap poin penting untuk mereka, padahal ini berdampak juga pada anak-anak,” pungkas Minola usai Sarwendah pamer hasil tes kesehatan non-reaktif.

Pernyataan Pihak Sarwendah

Kuasa hukum, Chris Sam Siwu ungkap soal hasil tes kesehatan Sarwendah yang non-reaktif. Ia juga mengungkap perbedaan hasil tes kesehatan kliennya dengan Ruben.

“Ini adalah hasil pemeriksaan klien kami terkait apa yang diperiksa Bang Minola. Saya tidak menyebutkan penyakitnya apa,” tuturnya sembari menunjukkan lembaran hasil itu dilansir Tribunnews.com.

“Tapi perbedaannya adalah, hasil langsung, jadi bukan terlampir. Kalau Bang Minola waktu itu hasil, ini terlampir. Nah, lampirannya nggak ada. Kalau ini hasil langsung keluar hasilnya, nilai rujukannya non-reaktif. Ya jadi apa yang klien kami lakukan karena tantangan dari pihak Bang Minola untuk bisa cek kesehatan,” terang Chris.

Chris mengaku akan membuktikan terkait masalah kesehatan ini di persidangan. Hanya saja, ia menegaskan bahwa Sarwendah tidak mengidap penyakit kronis yang kini ramai dibicarakan.

“Pertanyaannya adalah kenapa klien kami bisa non-reaktif sementara pihak sana situasinya mungkin harus minum obat? Itu nanti akan kami buktikan di persidangan. Saya tidak mau sampaikan di sini karena saya bukan dokter. Saya hanya menyampaikan tuduhan bahwa klien kami juga terjangkit tiga huruf itu kami bantah,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *