Sesuai Keinginanan Para Pengusaha Batik Ngawi Pengembangan Batik Warna Alam Disparpora Beri Pelatihan


Ngawi | forumnusantara.com – Proses pewarnaan kain batik yang dilakukan pembatik Ngawi dengan menggunakan pewarna kimia. Namun para pembatik Ngawi sangat ingin bisa produksi dan bisa memanfaatkan tanaman sekitar untuk pewarnaan batik warna alam.

Kini semakin populer pula proses pewarnaan yang menggunakan bahan baku dari alam. Dengan menggunakan pewarna alam ini, proses pembuatan batik tentunya menjadi lebih ramah lingkungan.

Disparpora dibawah pimpinan Raden Rudi Sulisdyana, melalui bidang ekonomi kreatif Kabid Yoyok, berupaya bisa mengembangkan pembatik Ngawi yang prosesnya ramah lingkungan, juga mengikuti treand konsumen.

Bidang ekonomi kreatif mengadakan pelatihan special untuk pengusaha batik Ngawi. Bahan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan, seperti kayu, kulit kayu, akar, kulit akar, biji, kulit biji, daun, maupun bunga. Yang bisa didapat dari lingkungan sekitar.

Prosesnya agak rumit harus melakukan pencelupan berulang kali untuk mendapatkan warna seperti yang diinginkan. Namun warna-warna yang dihasilkan memang cenderung menjadi lembut serta bersifat unik dan eksklusif.

Media kain yang bisa digunakan berasal dari serat alam seperti sutera, wol, dan kapas (katun). Bahan dari sutera umumnya memiliki afinitas paling baik terhadap zat warna alam dibandingkan dengan bahan dari kapas.

Pemateri dari Kota Jombang sampaikan tahapan teknis dari mulai cap malam sampai pewarnaan.
Pertama Mordant agar warna dapat menempel dengan baik, dengan merendam bahan ke dalam garam-garam logam seperti tawas. Dan kain terlebih dahulu dicuci dan direndam dalam air sabun selama 12 jam, kemudian dibilas dan dikeringkan.

Kedua ekstraksi dan pewarnaan, proses pembuatan larutan zat warna alam, dilakukan dengan cara merebus bahan dengan air tawar dalam jenis air sumber.

Ketiga fiksasi proses untuk memperkuat warna agar tidak luntur. Fiksasi dapat dilakukan dengan beberapa bahan seperti tawas, kapur atau tanjung. Yoyok kabid ekonomi kreatif mewakili Kepala Disparpora sampaikan, ” harapannya para pembatik Ngawi bisa benar-benar menyerap ilmu yang sangat penting untuk perkembangan batik, juga diharap bisa untuk produksi. (xx/ cc)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *