Pramita Lab Ngagel Jaya Surabaya Perkenalkan Teknologi Rehabilitasi Jantung untuk Pasien Aktif

Teknologi Rehabilitasi Jantung Modern di Pramita Lab Ngagel Jaya

Pramita Lab Ngagel Jaya di Kota Surabaya memperkenalkan inovasi terbaru dalam layanan rehabilitasi jantung yang bertujuan untuk membantu pasien tetap aktif dan aman saat berolahraga. Inisiatif ini dilakukan melalui sebuah workshop yang menghadirkan para ahli kesehatan dan tenaga medis, serta berkolaborasi dengan Cardiology Prevention and Rehabilitation Working Group dari Indonesian Heart Association.

Workshop ini menjadi wadah edukasi dan diskusi ilmiah tentang pentingnya pendekatan rehabilitasi jantung yang terintegrasi dalam praktik klinis sehari-hari. Dalam acara tersebut, beberapa teknologi canggih seperti Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET), telemetry, dan Enhanced External Counterpulsation (EECP) dipresentasikan sebagai alat bantu utama dalam proses rehabilitasi.

dr. Nabil Fachliansyah, Vice President Director PT. PRAMITA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta memperluas pemahaman tentang rehabilitasi jantung modern. “Melalui workshop ini, kami berharap tenaga kesehatan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai optimalisasi rehabilitasi jantung melalui integrasi CPET, telemetry, dan EECP therapy sehingga dapat diterapkan secara nyata dalam praktik klinis,” ujarnya.

CPET dijelaskan sebagai gold standard penilaian functional capacity, sedangkan penggunaan telemetry bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas program rehabilitasi. Sementara itu, EECP therapy digunakan sebagai terapi pada refractory angina. dr. Nabil berharap dengan alat-alat ini, pasien penderita penyakit jantung bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya mereka takuti, seperti olahraga.

“Banyak pasien yang sudah dinilai memiliki penyakit jantung atau serangan jantung, namun tidak berani olahraga sama sekali. Padahal ada hal-hal yang masih boleh dilakukan, seperti olahraga statis tapi harus dikontrol sejauh mana boleh berolahraga,” tambahnya.

Pramita Lab Ngagel Jaya juga mengembangkan berbagai layanan kesehatan jantung dan rehabilitasi kardiovaskular. Layanan ini mencakup fasilitas pemeriksaan dan evaluasi seperti EKG, echocardiography, treadmill test, pemeriksaan laboratorium, evaluasi kebugaran, hingga terapi EECP. Tujuannya adalah untuk mendukung deteksi dini, pemulihan, peningkatan kapasitas fungsional, serta monitoring kesehatan jantung secara berkelanjutan.

Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi pasien jantung, tetapi juga untuk individu aktif, atlet, eksekutif perusahaan, maupun pasien pasca tindakan kardiovaskular. Pendekatan yang terintegrasi dan berbasis evaluasi medis diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik melalui pemantauan kesehatan yang optimal dan berkesinambungan.

Dalam workshop ini, Pramita juga berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya rehabilitasi jantung sebagai bagian dari penanganan penyakit jantung jangka panjang. Selain itu, kolaborasi dengan tenaga medis dan institusi kesehatan diharapkan dapat semakin memperkuat pengembangan layanan rehabilitasi jantung di Indonesia.

dr. Nabil menambahkan bahwa Pramita akan fokus pada pengembangan pusat klinik di Ngagel, termasuk klinik rehabilitasi dan kecantikan. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas.

Selain dr. Nabil, dr. Meity Ardiana, seorang ahli dalam bidang rehabilitasi kardiovaskular dan pelayanan klinis, juga memberikan edukasi mengenai implementasi rehabilitasi jantung terintegrasi berbasis praktik klinis nyata. Ia menjelaskan bahwa EECP adalah prosedur non-invasif yang bertujuan untuk melancarkan aliran darah ke jantung dan mengurangi gejala nyeri dada.

“EECP ini seperti passive exercise yang dilakukan selama 35 kali. Setelah itu, pasien akan merasa nyaman dan nyeri dada akan hilang. Pembuluh darah baru untuk jantungnya juga akan lebih baik. Teknologi ini disarankan oleh dokter jantung dan harus dilakukan dengan rileks,” tutup dr. Meity.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *