Sinergi jadi kunci industri telko, Komdigi soroti tantangan besar di balik perkembangan digital

Daerah6 Dilihat

 

– Industri telekomunikasi dan digital Indonesia membutuhkan sinergi di tengah tuntutan pembangunan infrastruktur dan layanan digital yang terus berkembang.

Kolaborasi antarpelaku industri dinilai menjadi salah satu kunci agar kemajuan sektor tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto mengatakan, tantangan industri telekomunikasi tidak dapat diselesaikan satu pihak saja.

Menurut dia, hubungan antara regulator, operator, penyedia infrastruktur, asosiasi, hingga berbagai unsur ekosistem digital perlu terus diperkuat.

“Tidak ada hasil besar yang lahir dari kerja sendirian,” kata Wayan, Sabtu (12/9).

Pernyataan tersebut menggambarkan kebutuhan kolaborasi di industri telekomunikasi yang semakin kompleks.

Perkembangan teknologi membuat sektor ini tidak lagi hanya berbicara mengenai konektivitas, tetapi juga menyangkut infrastruktur digital, kualitas layanan, pemerataan akses, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi digital.

Wayan menilai sektor telekomunikasi dan digital memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kepentingan masyarakat maupun negara.

Karena itu, komunikasi dan hubungan antarpelaku industri tidak cukup hanya berlangsung dalam forum-forum formal yang membahas regulasi dan persoalan teknis.

Menurut dia, membangun kedekatan antarpelaku industri juga penting untuk menciptakan ruang kolaborasi yang lebih kuat.

Olahraga, salah satunya, dapat menjadi medium untuk mempertemukan berbagai pihak dalam suasana yang lebih cair.

“Hari Bhakti Postel mengingatkan kita kepada para pejuang-pejuang postel kita, dan hari ini berlangsung turnamen mini soccer untuk memeriahkan peringatan tersebut,” ungkap Wayan Toni usai membuka turnamen.

Pesan tersebut tidak semata berkaitan dengan pertandingan.

Di tengah kebutuhan mempercepat pembangunan infrastruktur dan transformasi digital, sinergi antara pemerintah dan industri menjadi bagian penting untuk memastikan agenda telekomunikasi nasional dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ekosistem telekomunikasi sendiri melibatkan banyak pihak dengan peran yang saling berkaitan.

Operator membutuhkan dukungan infrastruktur, penyedia infrastruktur berhadapan dengan kebutuhan ekspansi jaringan, sementara regulator harus memastikan perkembangan industri tetap berjalan seiring dengan kepentingan publik.

Karena itu, ruang dialog dan interaksi antarpelaku menjadi semakin penting, terutama ketika industri menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang bergerak cepat.

Bukan Sekadar Momentum Sejarah

Kebutuhan menjaga kolaborasi tersebut turut menjadi pesan dalam peringatan Hari Bhakti Postel ke-81.

Momentum ini tidak hanya digunakan untuk mengenang sejarah perjuangan di bidang pos dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali peran sektor tersebut dalam perjalanan pembangunan Indonesia.

Ketua Umum Hari Bhakti Postel ke-81 sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) dan Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, rangkaian peringatan tahun ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai elemen industri.

Pria yang akrab disapa Teddy itu mengatakan sejumlah kegiatan telah digelar sebelum menuju puncak peringatan di Bandung.

“Minggu depan masih ada donor darah, dan selanjutnya akan ada puncak peringatan Hari Bhakti Postel di Bandung. Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh komunitas dan pelaku industri di Indonesia, sehingga acara demi acara terselenggara dengan baik,” ungkap Teddy.

Rangkaian tersebut mencakup kegiatan yang menyentuh berbagai sisi ekosistem industri, mulai dari forum dan pameran transformasi digital, kegiatan olahraga, hingga aktivitas sosial.

Mini Soccer Jadi Ruang Perkuat Hubungan Pelaku Telko

Semangat kolaborasi itu kemudian diterjemahkan dalam kegiatan yang lebih informal melalui Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026.

Turnamen yang digelar IndoTelko Group tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9) di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kompetisi ini diikuti 12 tim yang berasal dari perusahaan telekomunikasi, regulator, asosiasi, jurnalis, serta unsur lain dalam ekosistem industri.

Panitia Pelaksana sekaligus Co-Founder IndoTelko Group Heru Sutadi mengatakan, turnamen tersebut telah menjadi tradisi yang digelar selama 18 tahun untuk menyemarakkan Hari Bhakti Postel.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan olahraga lebih banyak menggunakan format futsal.

Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggara mulai menggunakan format mini soccer.

Heru mengatakan kegiatan tersebut bukan ditujukan untuk mempertemukan pelaku industri dalam persaingan yang keras, melainkan sebagai sarana membangun hubungan.

“Kita berterima kasih karena kegiatan ini dapat terus terselenggara menyemarakkan Hari Bhakti Postel. Ajang ini bukanlah tempat untuk bersaing secara keras, melainkan silaturahmi untuk memperkuat ekosistem telekomunikasi dan digital di Indonesia,” ujar Heru.

Turnamen memperebutkan Piala Bergilir Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi).

Untuk menjaga kualitas pertandingan, penyelenggara melibatkan wasit dan hakim garis profesional serta melakukan verifikasi peserta.

Turnamen tersebut sekaligus menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan menuju puncak Hari Bhakti Postel ke-81 yang akan digelar pada 27 September 2026 di Bandung.

Dengan demikian, kegiatan olahraga hanya menjadi salah satu medium.

Pesan yang lebih besar dari rangkaian peringatan tersebut adalah bagaimana pelaku industri pos, telekomunikasi, dan digital dapat terus menjaga komunikasi serta membangun kolaborasi di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *