Startup China bisa pasang chip otak tanpa operasi, cuma 10 menit

Daerah71 Dilihat

– Pemasangan implan chip otak biasanya membutuhkan prosedur operasi karena dokter harus membedah tengkorak untuk memasukkan perangkat ke dalam otak.

Namun, sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Shanghai, China, punya cara berbeda.

Startup bernama StairMed Technology itu mengembangkan metode baru agar pemasangan implan chip otak tidak harus melalui proses operasi pembedahan.

Caranya lebih sederhana dibanding prosedur pembedahan konvensional. Cukup dengan memasukkan perangkat antarmuka otak-komputer (brain-computer/BCI) ke pembuluh darah di leher, kemudian mengarahkannya ke otak.

Salah satu pendiri StairMed, Zhao Zhengtuo mengatakan ahli bedah dengan pengalaman empat hingga lima tahun bisa menempatkan perangkat tersebut dalam waktu sekitar 10 menit.

Waktu tersebut lebih cepat dibandingkan prosedur pemasangan implan yang dilakukan oleh Neuralink, perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk.

Sebagai perbandingan, operasi pemasangan implan pertama Neuralink membutuhkan waktu dua jam. Operasi tersebut menggunakan bantuan robot bedah untuk membuka tengkorak. 

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi berlomba mengembangkan teknologi BCI.

BCI sendiri merupakan salah satu praktik teknologi di dalam bidang medis, di mana otak manusia ditanami sebuah chip kecil agar bisa mengendalikan perangkat komputer atau mesin hanya lewat pikiran.

Proses pengendalian ini dapat terjadi karena chip BCI memang sudah dirancang sedemikian rupa agar bisa membaca dan mendeteksi segala aktivitas saraf di dalam otak manusia.

Nantinya, sinyal otak yang terbaca akan ditangkap oleh chip komputer dan diterjemahkan sebagai instruksi digital untuk mengendalikan perangkat yang terhubung. Dalam hal ini, perangkat bisa berupa komputer atau smartphone.

Baru diuji pada domba

Meski terdengar menjanjikan, klaim waktu 10 menit yang dilakukan StairMed masih perlu dibuktikan lagi.

Pasalnya, metode pemasangan implan otak berbasis pembuluh darah tersebut baru diuji pada hewan domba. StairMed belum memulai uji coba pada manusia. 

Artinya, waktu sekitar 10 menit yang disebut perusahaan masih berupa perkiraan prosedur, bukan hasil yang sudah terbukti sukses dilakukan ke pasien manusia.

StairMed juga masih harus memastikan lebih banyak terkait keamanan dan keefektikan metode tersebut sebelum nantinya diterapkan ke manusia. 

Terkait pemasangan implan otak tanpa operasi, StairMed sendiri bukan satu-satunya perusahaan yang mencoba menggunakan pembuluh darah sebagai jalur untuk memasang BCI.

Perusahaan asal Amerika Serikat, Synchron lebih dulu menerapkan metode ini. Perusahaan tersebut menanamkan perangkat BCI bernama Stentrode pada 10 pasien di AS dan Australia sejak 2023 lalu.

Didukung Tencent dan Alibaba

StairMed mendapat dukungan pendanaan dalam jumlah besar, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari DigitalTrends.

Dalam satu tahun terakhir, startup tersebut tercatat mengumpulkan lebih dari 1,1 miliar yuan (sekitar Rp 2,88 triliun) dari dua raksasa teknologi besar China, Tencent dan Alibaba.

Pendanaan itu datang ketika China sedang gencar-gencarnya mendorong perkembangan industri BCI di dalam negeri.

Beijing sendiri menargetkan setidaknya ada dua hingga tiga perusahaan BCI asal China yang mampu bersaing secara global pada 2030 mendatang.

Selian StairMed dan Neuralink, OpenAI kabarnya juga tertarik mengembangkan teknologi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *