Jambi, Forumnusantaranews.com-
Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
bertajuk “Inovasi Integrasi Ayam Kampung Unggul dengan Budidaya Maggot di
Pondok Pesantren Al-Jazari Al Mubarak Al-Islami Litahfizhil Qur’an
Al-Karim”. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Jazari Al
Mubarak Al-Islami Litahfizhil Qur’an Al-Karim, Kota Jambi, pada 29 Agustus
hingga 10 Oktober 2026.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Prof. Dr. Ir. Agus Budiansyah, M.S.,
Prof. Dr. Ir. Ucop Haroen, M.S., Prof. Dr. Ir. Syafwan, M.Sc., Prof. Dr.
Ir. Huwan Syarifuddin, M.P., dan Heru Handoko, S.Pt., M.Si. Kegiatan ini
juga melibatkan mahasiswa Rivaldo Sihombing, Erikson Trisepto Simanjuntak,
dan Dafa Suci Adia Putra.
Pelatihan berupa budidaya Ayam Kampung Unggul (KUB) dan budidaya maggot ini
ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan santri
serta guru atau ustaz mengenai teknis pemeliharaan ayam kampung unggul dan
budidaya maggot. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun karakter
dan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Ir. Agus Budiansyah, M.S., mengatakan
kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan bekal keterampilan kepada
santri yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan di pondok
pesantren.
“Karena itu kita berikan inovasi budidaya Ayam Kampung Unggul, supaya
mereka punya keterampilan ketika mereka selesai di Pondok Pesantren,” ujar
Prof. Agus Budiansyah.
Ia menjelaskan, kegiatan ini mengintegrasikan budidaya Ayam Kampung Unggul
dengan budidaya maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan bagi ayam.
Pengetahuan dan keterampilan tersebut diberikan kepada santri serta guru
atau ustaz agar memahami cara membudidayakan ayam dan maggot, sekaligus
memiliki peluang untuk mengembangkan usaha sebagai sumber penghasilan
tambahan.
Dalam pelaksanaannya, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan
pengasuh dan yayasan pondok pesantren, kemudian dilanjutkan dengan
sosialisasi. Materi yang diberikan mencakup pemeliharaan ayam sejak awal,
mulai dari penyiapan dan desinfeksi kandang, pemberian lampu dan alas,
pemberian pakan serta air minum, hingga vaksinasi.
Kegiatan dilaksanakan di lingkungan pondok pesantren yang memiliki lahan
kosong sekitar satu hektare. Pihak pondok pesantren juga melakukan
perbaikan dan modifikasi kandang yang sebelumnya belum layak digunakan
untuk pemeliharaan ayam.
Prof. Agus Budiansyah menjelaskan, Ayam Kampung Unggul memiliki waktu
pemeliharaan yang relatif singkat. Ayam tersebut dapat dipanen sekitar
delapan hingga sepuluh minggu dengan bobot sekitar 1,5 hingga 2 kilogram.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pihak pondok
pesantren untuk terus memberikan keterampilan praktis kepada para santri
melalui pembelajaran di bidang peternakan.
“Diharapkan bahwa ini bisa jadi motivasi pihak Pondok Pesantren supaya
mereka membekali kurikulumnya dengan misalnya kemarin itu ada pertanian,
nah ini sekarang masuk peternakan,” jelasnya.
Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh para santri dapat dikembangkan
setelah mereka menyelesaikan pendidikan dan kembali ke daerah asal
masing-masing.
“Mereka punya keterampilan selain mengaji, membaca Al-Qur’an, kemudian
belajar agama juga bisa beternak ayam,” ujar Prof. Agus Budiansyah.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, UNJA berupaya memberikan
keterampilan tambahan kepada para santri melalui pengembangan budidaya Ayam
Kampung Unggul dan maggot. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi
bekal bagi santri untuk mengembangkan peternakan secara mandiri dan
berkelanjutan serta membuka peluang penghasilan setelah menyelesaikan
pendidikan di pondok pesantren.(*)




















