Kembali Dilantik, Yohanis Momot Siap Perkuat Struktur IKALJATIM di Tanah Papua
Yohanis Momot secara resmi kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Jawa Timur (IKALJATIM) se-Tanah Papua periode mendatang. Penetapan ini dilakukan dalam Musyawarah Besar (Mubes) II yang digelar di Kota Sorong, Sabtu (25/7/2026). Acara tersebut menjadi momen penting bagi organisasi alumni asal Jawa Timur yang berkomitmen untuk memperkuat keberadaannya di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan dinamika mobilitas tinggi.
Proses Pelantikan dan Penerimaan Bendera Pataka
Penetapan Yohanis Momot sebagai ketua umum dilakukan dalam sidang pleno Mubes II yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Mubes II, Amin Ngabalin, di hadapan seluruh peserta musyawarah. Setelah pengumuman, Yohanis menerima bendera pataka secara simbolis dari Ketua Dewan Pembina IKALJATIM se-Tanah Papua, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw. Penghargaan ini menjadi tanda estafet kepemimpinan organisasi yang telah berjalan cukup lama.
Dalam sambutannya, Yohanis menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih solid dan adaptif. Ia menyatakan bahwa penguatan struktur organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota menjadi prioritas utama. Hal ini diperlukan mengingat kondisi wilayah Papua yang sangat luas serta dinamika mobilitas para alumni yang sering kali terbatas oleh jarak dan akses transportasi.
Strategi Penguatan Struktur dan Otonomi Daerah
Yohanis menjelaskan bahwa pihaknya akan mempercepat pembentukan kepengurusan di seluruh wilayah melalui penerbitan surat keputusan (SK) mandat kepada pengurus provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan demikian, setiap daerah dapat menjalankan program sesuai kebutuhan masing-masing. Kewenangan yang diberikan kepada pengurus daerah merupakan bentuk implementasi semangat otonomi organisasi yang ingin diwujudkan.
Selain itu, Yohanis menyampaikan bahwa masukan dari para pembina, akademisi, profesor, dan senior IKALJATIM akan segera diterjemahkan menjadi program kerja nyata. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi alumni maupun masyarakat di Tanah Papua. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus dan pembina dalam menjaga soliditas organisasi.
Kepemimpinan yang Satu Komando dengan Dewan Pembina
Yohanis juga menegaskan bahwa kepengurusan IKALJATIM se-Tanah Papua akan tetap berada dalam satu komando bersama Dewan Pembina. Menurutnya, sinergi antara pengurus dan pembina menjadi kunci untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan setiap program berjalan sesuai arah dan tujuan bersama. Arahan dari pembina akan menjadi pedoman bagi seluruh pengurus dalam menjalankan organisasi ke depan.
Harapan untuk Masa Depan IKALJATIM
Dengan kepemimpinan baru ini, IKALJATIM se-Tanah Papua diharapkan semakin memperkuat peran para alumni asal Jawa Timur dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor. Selain itu, organisasi ini juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan dan kolaborasi antaralumni di seluruh wilayah Tanah Papua.
Tinggalkan Balasan