Asap Karhutla Menyebar ke Negara Tetangga, BMKG Sebut Akibat Angin Musiman

Cuaca22 Dilihat



JAKARTA – Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan memiliki potensi untuk terbawa hingga ke negara tetangga. Hal ini disebabkan oleh pergerakan angin yang memengaruhi arah penyebaran asap tersebut.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin musiman yang rutin terjadi. “Karena terbawa angin,” ujarnya kepada wartawan pada Senin (24/8).

Menurut Ardhasena, asap karhutla dapat bergerak mengikuti alur angin musiman, sehingga bisa mencapai kawasan negara lain. Ia menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah hal yang baru, melainkan bagian dari siklus alam yang sering terjadi.

Untuk menangani dampak asap karhutla, saat ini BNPB bertindak sebagai koordinator utama. “Ini dikoordinasikan oleh BNPB,” kata Ardhasena.

Sementara itu, BNPB juga meminta negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk tidak saling menyalahkan terkait isu asap lintas batas. Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB, Berton Pandjaitan menekankan bahwa karhutla tidak mengenal batas administratif maupun negara. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama tanpa spekulasi atau saling menyalahkan.

“Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” ujar Berton kepada wartawan pada Minggu (23/8).

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap lintas batas. Untuk itu, pemerintah telah mengerahkan sumber daya besar dalam upaya mengendalikan karhutla.

“Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla,” ungkap Berton.

Penanganan karhutla dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain:

  • Pemadaman darat
  • Patroli dan pemadaman udara
  • Water bombing
  • Operasi modifikasi cuaca
  • Penguatan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat

Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Berton menyebut bahwa pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi karhutla di enam provinsi prioritas.

Sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra. Selain itu, pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

“Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” pungkas Berton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *