Pentingnya Menyesuaikan Tahapan Tumbuh Kembang Anak
Tahapan tumbuh kembang anak seperti belajar berjalan sebaiknya disesuaikan dengan usia dan perkembangan alami mereka. Orang tua sering kali memaksakan anak untuk lebih cepat berjalan menggunakan alat bantu seperti baby walker, padahal hal ini justru dapat membahayakan proses perkembangan mereka.
Mengapa Baby Walker Bisa Berisiko?
Baby walker masih menjadi salah satu perlengkapan yang banyak digunakan oleh orang tua. Banyak dari mereka percaya bahwa alat ini bisa membantu anak lebih cepat belajar berjalan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Eka Hospital Cibubur, dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K, menjelaskan bahwa penggunaan baby walker justru berisiko mengganggu proses belajar berjalan secara alami.
Menurut dr. Gabriel, kemampuan berjalan akan berkembang sesuai tahapan usia tanpa perlu alat bantu. Biasanya, bayi mulai belajar berdiri sambil berpegangan sebelum akhirnya mampu melangkah sendiri sekitar usia 12 bulan. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu terburu-buru melatih anak berjalan menggunakan baby walker.
Penggunaan Baby Walker Mengubah Pola Berjalan
Masalah utama penggunaan baby walker adalah anak terbiasa menopang tubuh dengan ujung kaki. Akibatnya, anak belajar berjalan dengan posisi berjinjit atau tiptoe, bukan menggunakan pola pijakan kaki yang normal. Ketika baby walker tidak lagi digunakan, anak memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan cara berjalan yang benar.
Selain itu, otot betis juga bisa menjadi lebih dominan sehingga memengaruhi pola berjalan. Hal ini dapat menyebabkan anak lebih sering jatuh saat mulai aktif berlari. Keluhan yang sering disampaikan orang tua bukan semata-mata anak terlambat berjalan, tetapi anak menjadi lebih mudah terjatuh.
Memaksa Anak Cepat Berjalan Juga Berbahaya
Selain penggunaan baby walker, orang tua juga tidak disarankan memaksa bayi berdiri atau berjalan sebelum waktunya. Menurut dr. Gabriel, memaksa anak berjalan sebelum usia 12 bulan dapat meningkatkan risiko gangguan bentuk kaki, terutama pada bayi dengan berat badan berlebih. Tekanan berlebih pada tulang kaki yang masih berkembang dapat menyebabkan bentuk kaki berubah dan pada kondisi tertentu sulit diperbaiki.
Biarkan Anak Belajar Sesuai Tahapannya
Dr. Gabriel mengingatkan bahwa proses belajar berjalan merupakan bagian dari tumbuh kembang yang berlangsung secara alami. Intervensi yang berlebihan justru dapat mengganggu perkembangan sistem otot dan tulang. Ia menegaskan bahwa jalan tidak boleh intervensi terlalu banyak, karena salah intervensi mempengaruhi seluruh pertumbuhan.
Oleh karena itu, orang tua disarankan tidak terburu-buru mengejar target anak cepat berjalan. Yang lebih penting adalah memastikan setiap tahapan perkembangan berlangsung sesuai usia sehingga pertumbuhan tulang dan kemampuan motorik anak berkembang secara optimal. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa adanya gangguan fisik yang berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan