Jakarta, Forumnusantaranews.com-
Dalam upaya meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tebo Agus Rubiyanto, S.E., M.M., melakukan audiensi dengan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Selasa (5/8/2026).
Audiensi ini bertujuan mengusulkan bantuan peralatan penanggulangan bencana bagi Kabupaten Tebo, khususnya untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla saat musim kemarau.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Tebo diterima langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M., didampingi Staf Khusus Kepala BNPB RI Richard Erlangga. Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian kebutuhan riil daerah di lapangan.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Tebo menyampaikan bahwa dukungan peralatan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
“Dengan peralatan yang memadai, petugas di lapangan akan lebih siap melakukan pencegahan maupun penanggulangan sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan,” ujar Bupati Agus Rubiyanto.
Menurutnya, Kabupaten Tebo memiliki wilayah hutan dan lahan yang luas sehingga kerentanan terhadap karhutla cukup tinggi. Oleh karena itu kelengkapan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak.
Bantuan peralatan yang diusulkan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tebo.
Mulai dari melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap, menjaga keselamatan masyarakat, hingga mengurangi kerugian pada sektor pertanian, perkebunan, dan lingkungan hidup yang menjadi sumber penghidupan utama warga Kabupaten Tebo.
“Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Kita harus hadir lebih awal dengan sistem penanggulangan yang kuat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tebo berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh.
Melalui dukungan BNPB RI, diharapkan kesiapsiagaan daerah semakin meningkat. Sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, nyaman, dan terlindungi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
BNPB RI menyambut baik usulan tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai mekanisme serta ketersediaan anggaran.(*)
Dalam upaya meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tebo Agus Rubiyanto, S.E., M.M., melakukan audiensi dengan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Selasa (5/8/2026).
Audiensi ini bertujuan mengusulkan bantuan peralatan penanggulangan bencana bagi Kabupaten Tebo, khususnya untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla saat musim kemarau.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Tebo diterima langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M., didampingi Staf Khusus Kepala BNPB RI Richard Erlangga. Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian kebutuhan riil daerah di lapangan.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Tebo menyampaikan bahwa dukungan peralatan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
“Dengan peralatan yang memadai, petugas di lapangan akan lebih siap melakukan pencegahan maupun penanggulangan sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan,” ujar Bupati Agus Rubiyanto.
Menurutnya, Kabupaten Tebo memiliki wilayah hutan dan lahan yang luas sehingga kerentanan terhadap karhutla cukup tinggi. Oleh karena itu kelengkapan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak.
Bantuan peralatan yang diusulkan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tebo.
Mulai dari melindungi kesehatan warga dari dampak kabut asap, menjaga keselamatan masyarakat, hingga mengurangi kerugian pada sektor pertanian, perkebunan, dan lingkungan hidup yang menjadi sumber penghidupan utama warga Kabupaten Tebo.
“Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Kita harus hadir lebih awal dengan sistem penanggulangan yang kuat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tebo berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh.
Melalui dukungan BNPB RI, diharapkan kesiapsiagaan daerah semakin meningkat. Sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, nyaman, dan terlindungi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
BNPB RI menyambut baik usulan tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai mekanisme serta ketersediaan anggaran.(*)


Tinggalkan Balasan