jatim., SURABAYA – Perjuangan mengharumkan nama negara tidak selalu berakhir setelah seorang atlet meninggalkan arena pertandingan. Bagi Imbrolia Amorin, semangat tersebut justru berlanjut ke dunia akademik dan pemerintahan.
Mantan atlet taekwondo Timor-Leste itu berhasil meraih gelar Magister Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.
Imbrolia sebelumnya mencatat sejarah sebagai peraih medali pertama bagi Timor-Leste pada SEA Games Filipina 2019 dari cabang taekwondo.
Setelah pensiun dari dunia olahraga, perempuan tersebut melanjutkan kiprahnya di sektor publik. Ia sempat aktif di Komite Olimpiade Nasional Timor-Leste, kementerian, hingga lingkungan pemerintahan Presiden Xanana Gusmao.
Pengalaman tersebut membuat Imbrolia menyadari bahwa pembenahan kelembagaan tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Menurut dia, dibutuhkan pemahaman manajemen yang sistematis agar kebijakan dapat disusun berdasarkan analisis.
“Menjadi profesional tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Kita butuh pemahaman organisasi yang sistematis agar setiap kebijakan berbasis analisis, bukan sekadar asumsi,” ungkap Imbrolia, Minggu (6/9).
Perjalanan menyelesaikan pendidikan S2 di Unitomo juga tidak selalu berjalan mulus. Pada awal 2026, ia harus menunda pengerjaan tesis karena menjalani kehamilan dan persalinan anak pertama.
Proses pemulihan fisik setelah persalinan membuatnya harus menata ulang jadwal penelitian dan intensitas komunikasi dengan dosen pembimbing.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Imbrolia memilih menyesuaikan target akademiknya dengan perubahan kondisi kehidupan yang sedang dijalani.
“Selesai studi itu bukan soal secepat apa kita mencapai garis finis, melainkan bagaimana kita terus melangkah saat situasi berubah,” ujarnya.
Dalam tesisnya, Imbrolia mengangkat isu manajemen sumber daya manusia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Timor-Leste.
Penelitian tersebut mengkaji pengaruh kepuasan kerja, kompensasi, dan motivasi terhadap kinerja pegawai dengan loyalitas sebagai variabel.
Gelar magister yang diraihnya juga memiliki makna khusus bagi keluarga. Imbrolia menjadi anggota keluarga pertama yang berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang S2.
Dia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unitomo dapat diterapkan untuk mendorong pembenahan birokrasi di Timor-Leste.
Imbrolia juga memberikan pesan kepada generasi muda yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Menurut dia, keterbatasan latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan langkah.
Ketahanan mental, keberanian untuk bermimpi, serta kemampuan menjaga arah dan tujuan belajar menjadi modal penting untuk menyelesaikan pendidikan. (mcr12/jpnn)


















