Dosen Fakultas Hukum UIT Dr. H.Asba Hamid Raih Gelar Doktor Di UNM

Silahkan bisa Share di :

Makassar,Forumnusantaranews.com –
Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur (UIT) Dr. Asba Hamid, S.sos,.S.H,.M.H., Telah meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Administrasi Publik dengan judul “Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Bahari Di Kabupaten Bulukumba” di Universitas Negeri Makassar (UNM), Promosi ini di gelar secara Luring bertempat di Aula PPs UNM Gedung AD Lantai 5 jl. Bonto Langkasa (Kampus barat UNM Makassar) dimulai sekitar Pukul 08.30 sampai 11.00 Wita. 23/02/2021.

Tim penguji dalam acara promosi Doktor ini masing-masing Prof. Dr. Rifdan, M.Si., Prof. Dr. Chalid Imran Musa, M.Si., Prof. Dr. Anshari, M.Hum., dan sebagai Pro motor Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si., serta Ko Promotor Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si.
Dihadapan para penguji Dr. Asba Hamid, S.Sos, S.H, M.H., Mempresentasikan hasil penelitiannya dan memberikan jawaban yang baik dihadapan para penguji sehingga memperoleh nilai A  (Sangat Memuaskan).

Dalam penelitiannya Dr. Asba Hamid menyiimpulkan bahwa : 1. Pengembangan destinasi pariwisata bahari di Kabupaten Bulukumba dilihat dari lima komponen, yaitu : Obyek daya tarik wisata (Atraction), Aksessibilitas (Accesibility), Amenitas (Amenities), Fasilitas pendukung (Ancillary Service), dan Kelembagaan (Institution) Belum optimal. 2. Faktor Determinan yang mendukung pengembangan destinasi pariwisata bahari di Kabupaten Bulukumba adalah komponen atraksi wisata, Aksesibilitas, Amenitas, layanan pendukung dan kelembagaan yang dibangun oleh pemangku kepentingan, sedangkan faktor yang menghambat adalah sumber daya manusia(SDM) yang kompoten dalam pendayagunaan potensi wisata bahari, Infrastruktur yang belum memadai seiring dengan pengelolaan yang kurang berkualitas kebersihan dan keselamatan pada objek wisata yang masih kurang. Lama tinggal wisatawan, minat wisatawan mancanegara yang kurang dan kesadaran masyarakat. 3. Pengelolaan wisata bahari di Kabupaten Bulukumba belum optimal sehingga dilakukan rekonstruksi strategi pengembangan destinasi pariwisata bahari berbasis lima aspek yang bersinergi dengan ke lima komponen pengembangan destinasi pariwisata, yaitu formulasi strategi kebijakan, Strategi pengembangan SDM, Strategi pengembangan sarana dan prasarana, Strategi promosi pemasaran dan Strategi pemanfaatan tehnologi informasi sebagai perekat dengan kata lain, Kebaruan penelitian ini adalah “Model Lima-Lima” pengembangan destinasi pariwisata yaitu lima komponen pengembangan destinasi pariwisata yang bersinergi dengan lima strategi ini sebagai pengarahnya.

Dr. Asba Hamid, menyarankan, 1. Seharusnya pelaksanaan pengembangan destinasi wisata bahari di Kab. Bulukumba adalah memaksimalkan pengembangan dari asfek pisik dengan upaya pemerintah daerah melakukan upaya kerjasama dengan pemerintah Provinsi, Pusat dan pihak swasta yang lebih memahami aspek pembangunan. 2. Seharusnya pengembangan wisata bahari di Kab. Bulukumba mengutamakan aspek pemberdayaan lokal sehingga menjadi pembeda dan ada khas khusus yang ditawarkan bagi pengunjung yang membedakan dengan daerah lain. 3. Jika pengelolaan wisata bahari di Bulukumba ingin optimal, maka seyogianya menerapkan prototype model lima-lima atau lima dimensi strategi yakni : 1. Strategi kebijakan. 2. Strategi pengembangan SDM. 3. Strategi sarpras. 4. Strategi promosi. 5. Pemanfaatan tekhnologi informasi. Adapun keempat strategi tersebut diimplementasikan dengan baik dalam mengelola wisata bahari di Kab. Bulukumba, Maka sebagai peneliti sangat optimis wisata bahari tersebut akan berkembang dan tentunya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

 

Dari kiri Dr. Patawari, S.Hi, M.H., Dr. Asba Hamid, S.Sos, S.H, M.H., Abd Basir, S.Hi, M.H.

Turut hadir dalam acara promosi Doktor ini masing-masing Dr. Patawari, S.Hi.,M.H.(Asdir I Pascasarjana UIT), Abd Basir, S.Hi, M.H.(Wakil dekan I FH-UIT). Zulfikar, S.Sos. (Kabag Umum Dinas Pariwisata Provinsi Sul-Sel) dan H.Syamsuddin Hamid, (Direktur UD. Cahaya Bone Kalla Group) beserta dosen.

Silahkan bisa Share di :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *