Pengunduhan Sertifikat Haji Digital untuk Jemaah Indonesia
Jemaah haji Indonesia kini dapat mengakses sertifikat haji resmi yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi melalui layanan digital. Sertifikat ini menjadi bukti sah pelaksanaan ibadah haji dan merupakan bagian dari transformasi layanan haji yang dilakukan oleh pihak berwenang dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan sistem digital, jemaah tidak lagi perlu mengurus dokumen secara manual untuk mendapatkan sertifikat. Selain itu, keberadaan sertifikat digital memudahkan jemaah dalam menyimpan dokumen secara aman karena dapat diakses dan diunduh langsung melalui sistem yang terhubung dengan identitas masing-masing jemaah.
Sertifikat haji juga memiliki nilai penting sebagai kenang-kenangan atas pelaksanaan rukun Islam kelima. Selain itu, sertifikat ini menjadi bukti resmi bahwa jemaah telah menyelesaikan ibadah haji pada musim haji 1447 H/2026 M.
Manfaat Kartu Nusuk dalam Layanan Haji
Pemerintah Arab Saudi terus memperluas penggunaan platform Nusuk sebagai pusat layanan terpadu bagi jemaah. Mulai dari identitas digital, akses peribadatan, informasi perjalanan, hingga layanan administrasi pascaibadah seperti penerbitan sertifikat haji.
Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi yang digunakan jemaah selama berada di Arab Saudi. Fungsinya tidak hanya sebagai identitas dan akses layanan haji, tetapi juga terhubung dengan berbagai layanan digital, termasuk penerbitan sertifikat haji.
Sertifikat tersebut tersedia dalam beberapa pilihan bahasa agar sesuai dengan kebutuhan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal ini memastikan setiap jemaah dapat memahami isi sertifikat dengan mudah.
Cara Mengunduh Sertifikat Haji dari Kartu Nusuk
Berikut langkah-langkah untuk mengunduh sertifikat haji resmi:
- Pindai barcode di Kartu Nusuk
- Pilih menu Bahasa Inggris di ujung kiri atas
- Klik ‘View Certificate’
- Klik ‘Certificate Language’, pilih bahasa yang dikehendaki (Bahasa Arab, Inggris, Prancis, Turki, Urdu, Malaysia, atau Persia/Iran)
- Klik ‘Preview Certificate’ jika ingin melihat gambar sertifikat dan menyimpannya dengan tangkapan layar (screenshot)
- Klik Download PDF untuk mengunduh sertifikat dalam bentuk PDF
Puncak Ibadah Haji Telah Berakhir
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menjelaskan bahwa fase puncak haji telah berakhir dan seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina pada Sabtu (30/5/2026) atau 13 Zulhijah 1447 Hijriah. Pemulangan jemaah haji ke Indonesia akan dimulai pada Senin (31/5/2026).
Irfan mengatakan bahwa hingga Sabtu (30/5/2026) pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jemaah yang masih berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah. Dengan selesainya pergerakan jemaah Nafar Tsani, rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina resmi berakhir.
“Alhamdulillah, hari ini kami memastikan bahwa pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah,” ujar Irfan dalam konferensi pers pada Sabtu (30/5/2026) malam WAS.
Sebelumnya, jemaah yang mengambil skema Nafar Awal telah lebih dahulu meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah. Dengan selesainya pergerakan jemaah Nafar Tsani, seluruh kawasan Mina yang ditempati jemaah Indonesia kini telah kosong.
Irfan menyebut bahwa sudah tidak ada jemaah haji Indonesia di Mina. Seluruh jemaah telah kembali ke hotel dan bersiap melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya di Tanah Haram.
Meski fase Armuzna telah berakhir, Irfan menegaskan masih terdapat rangkaian ibadah wajib yang harus diselesaikan sebagian jemaah, yakni thawaf ifadhah di Masjidil Haram.
Tinggalkan Balasan