Jambi, Forumnusantaranews.com-
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi menggelar Sosialisasi Vaksin Human
Papillomavirus (HPV) bertema “DWP Sehat, Perempuan Berdaya” sebagai upaya
meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya pencegahan kanker serviks
sejak dini.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam pertemuan rutin DWP Kota Jambi, Rabu
(30/09/2026), di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, yang
diikuti jajaran pengurus dan anggota DWP se-Kota Jambi.
Hadir sebagai narasumber utama, Penasihat DWP Kota Jambi Dr. dr. Hj.
Nadiyah, Sp.OG, yang memberikan edukasi komprehensif terkait kesehatan
perempuan. Turut hadir Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi
Marsha Lystia, S.E., B.Com., dan Ketua DWP Kota Jambi Hj. Sri Hartati,
S.Pd., M.E.
Dalam paparannya, Nadiyah menjelaskan bahwa perempuan menghadapi tantangan
kesehatan di setiap fase kehidupan, mulai dari kesehatan reproduksi,
penyakit tidak menular, kanker payudara dan kanker serviks, kesehatan
mental, hingga akses layanan kesehatan.
Ia menegaskan, kanker serviks merupakan salah satu ancaman serius bagi
perempuan, namun dapat dicegah sejak dini melalui vaksinasi HPV, edukasi,
skrining, dan deteksi dini secara berkala.
“Vaksinasi HPV dianjurkan diberikan sejak usia dini, termasuk usia sekolah,
karena sebagian besar anak pada usia tersebut belum terpapar virus. Dengan
membangun perlindungan sejak dini, risiko kanker serviks di masa depan
dapat ditekan,” jelas Nadiyah.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dengan vaksinasi. Edukasi
berkelanjutan, skrining, dan tindak lanjut medis harus berjalan beriringan
agar hasilnya optimal.
Fakta yang dipaparkan cukup mengkhawatirkan. Di Indonesia, terdapat lebih
dari 36.000 kasus baru kanker serviks setiap tahun, dengan 70 persen
ditemukan sudah pada stadium lanjut. Data BPJS Kesehatan dalam layanan JKN
mencatat 452.522 kasus kanker serviks pada 2025, melonjak dari 278.760
kasus pada 2021.
Di Kota Jambi sendiri, dari sasaran 161.582 perempuan usia 30-69 tahun,
target skrining IVA ditetapkan 80.790 orang. Realisasinya baru 2.270
perempuan yang menjalani skrining IVA dan 1.586 perempuan menjalani
skrining HPV DNA. Artinya, upaya deteksi dini masih perlu diperkuat.
Untuk itu, Nadiyah menekankan empat langkah utama pencegahan: vaksinasi
HPV, edukasi, skrining, dan tindak lanjut.
“Dengan vaksinasi, edukasi yang kuat, skrining yang semakin luas, serta
tindak lanjut yang tepat, kita dapat memperkuat perlindungan kesehatan
perempuan sejak dini,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong perluasan
imunisasi HPV bagi anak perempuan usia sekolah, peningkatan layanan
skrining IVA dan HPV DNA, jemput bola pelayanan kesehatan, serta kolaborasi
lintas sektor.
Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan Program DWP Sehat – Vaksin HPV
yang merupakan inisiatif DWP Pusat dan dilaksanakan bertahap di 38
provinsi. Program ini menyasar anggota DWP dan keluarga untuk mendapatkan
perlindungan dari risiko kanker serviks.
Perwakilan Bio Farma Group Area Provinsi Jambi, Panca Abi Pratama,
menjelaskan mekanisme program mulai dari sosialisasi, pendaftaran,
pelaksanaan vaksinasi on-site, hingga pemantauan dosis lanjutan.
Pendaftaran program dibuka pada 1 hingga 14 Oktober 2026 melalui laman
dwpsehat.mediverse.id dan dapat dilakukan secara individu maupun kelompok.
Melalui program ini, DWP Kota Jambi mengajak seluruh perempuan untuk lebih
peduli terhadap kesehatan diri, tidak menunda pemeriksaan, serta memahami
pentingnya vaksinasi HPV dan skrining rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pencegahan kanker serviks merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan
dukungan keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku
kepentingan, sejalan dengan semangat “DWP Sehat, Perempuan Berdaya” untuk
mewujudkan Kota Jambi Bahagia dengan perempuan yang sehat, terlindungi, dan
berdaya.(*)



















