ForumNusantaranews.com LAMPUNG UTARA – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah yang diselenggarakan di halaman lapangan Pondok Pesantren Walisongo, Kecamatan Abung Selatan, pada Senin (20/7/2026). Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Utara ini digelar bertepatan dengan rangkaian menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026 sebagai langkah nyata dalam pengendalian inflasi daerah.
Acara pembukaan berjalan sukses dan dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si. Dalam peninjauannya, Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dra. Intji Indriati, M.H., Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Mat Soleh, M.Pd., serta perwakilan Forkopimda dan jajaran Perangkat Daerah terkait.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara, Hendri, S.H., M.M., didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Frans Tanada, menyatakan bahwa pantauan di lokasi pada hari pertama menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari warga Kecamatan Abung Selatan yang langsung menyerbu stan-stan penjualan.
“Dengan adanya kegiatan MTQ yang dipadukan dengan pasar murah ini, pemerintah berharap dapat sangat membantu ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok sehari-hari dengan harga yang jauh lebih murah,” ujar Hendri.
Demi memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran, petugas memberlakukan pembatasan pembelian untuk komoditas tertentu, seperti minyak goreng yang dibatasi maksimal 2 liter per orang. Hendri juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai dinas perdagangan yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini.
Untuk menghadirkan bahan pokok di bawah harga pasar, Pemkab Lampung Utara bersinergi dengan sejumlah mitra strategis seperti BULOG, PT. GMD (Bunga Mayang), Alfamart, PT Wings, PT Sama Jaya, dan PT Hanura. Sinergi lintas sektor ini terbukti efektif, di mana seluruh stok komoditas yang disediakan pada hari pertama habis terjual dalam waktu singkat.
Data Stok dan Penjualan Komoditas Hari Pertama (20 Juli 2026):PT BULOGMinyakita: 200 dus (240 liter) – Harga Rp 15.500/liter (Habis Terjual)
Beras: 60 sak (kemasan 5 kg) – Harga Rp 58.000/sak (Habis Terjual)
PT Bunga Mayang (GMD)Gula Pasir: 10 dus (240 kg) – Harga Rp 16.500/kg (Habis Terjual)
PT HanuraTelur Ayam: 7 krat (105 kg) – Harga Rp 25.000/kg (Habis Terjual)
PT Sama JayaTelur Ayam: 20 krat (300 kg) – Harga Rp 25.000/kg (Habis Terjual)
PT WingsMie Sedaap Rebus: 2 dus – Harga Rp 2.500/bungkus (Habis Terjual)
Mie Sedaap Goreng: 2 dus – Harga Rp 2.500/bungkus (Habis Terjual)
Sabun Wangi: 1 dus – Harga Rp 2.500/buah (Habis Terjual)
Sabun Daia: 1 dus – Harga Rp 11.000/bungkus (Habis Terjual)
Stan Kelompok Tani / Sayuran daun bawang, seledri, kangkung, bayam, rampai, cabai, terong, tomat besar, hingga telur asin habis terjual dengan harga yang sangat terjangkau di bawah harga pasar.Pasar Murah di Pondok Pesantren Walisongo ini akan terus berlangsung selama lima hari, mulai Senin s/d Jumat, 20 s/d 24 Juli 2026, dibuka dari jam 14.00 WIB sampai dengan selesai. Melalui momentum perayaan keagamaan MTQ 2026 ini, stabilitas ekonomi daerah diharapkan dapat tetap terjaga kuat.(Apri)
Tinggalkan Balasan