Jakarta, Forumnusantaranews.com-
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kortastipidkor Polri tengah mendalami beredarnya foto yang diduga mirip Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Foto itu ditemukan di sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang sebelumnya digeledah penyidik.
Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan keterkaitan temuan di lapangan tersebut.
“Saat ini masih didalami. Mohon waktu,” ujar Totok kepada wartawan di Jakarta, Rabu 9/7/2026, dikutip dari Antara.
Ia meminta masyarakat dan media tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum proses investigasi rampung. Saat ditanya lebih rinci soal keabsahan sosok dalam foto, jenderal bintang dua itu memilih belum berspekulasi.
“Tunggu dulu,” katanya singkat.
Isu ini mencuat setelah beredar video di media sosial. Dalam video tersebut dinarasikan bahwa rumah di Sentul yang digeledah memiliki keterkaitan dengan Jampidsus Febrie Adriansyah. Salah satu cuplikan memperlihatkan foto keluarga yang diduga kuat milik sang jaksa.
Penggeledahan dilakukan Rabu (8/7/2026) oleh tim penyidik gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.
Dalam penggeledahan itu, penyidik berhasil menyita barang bukti senilai fantastis dari dalam sebuah brankas rahasia.
“Kami menemukan brankas terkunci yang setelah dibuka berisi tujuh koper, yakni 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta,” ungkap Totok.
Jika ditotal, nilai aset yang disita mencapai sekitar Rp476 miliar.
Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah dokumen penting, perangkat telepon seluler, serta beberapa foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang di dalam brankas.
Operasi ini merupakan bagian dari investigasi gabungan untuk mengusut tiga perkara korupsi besar, yaitu: Dugaan korupsi tata kelola batu bara yang diduga memicu pemadaman listrik, Dugaan korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025, Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang TPPUdalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Hingga saat ini, Kortastipidkor Polri masih melakukan pendalaman dan uji laboratorium forensik terhadap seluruh barang bukti yang disita.(Tim)
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kortastipidkor Polri tengah mendalami beredarnya foto yang diduga mirip Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Foto itu ditemukan di sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang sebelumnya digeledah penyidik.
Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan keterkaitan temuan di lapangan tersebut.
“Saat ini masih didalami. Mohon waktu,” ujar Totok kepada wartawan di Jakarta, Rabu 9/7/2026, dikutip dari Antara.
Ia meminta masyarakat dan media tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum proses investigasi rampung. Saat ditanya lebih rinci soal keabsahan sosok dalam foto, jenderal bintang dua itu memilih belum berspekulasi.
“Tunggu dulu,” katanya singkat.
Isu ini mencuat setelah beredar video di media sosial. Dalam video tersebut dinarasikan bahwa rumah di Sentul yang digeledah memiliki keterkaitan dengan Jampidsus Febrie Adriansyah. Salah satu cuplikan memperlihatkan foto keluarga yang diduga kuat milik sang jaksa.
Penggeledahan dilakukan Rabu (8/7/2026) oleh tim penyidik gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.
Dalam penggeledahan itu, penyidik berhasil menyita barang bukti senilai fantastis dari dalam sebuah brankas rahasia.
“Kami menemukan brankas terkunci yang setelah dibuka berisi tujuh koper, yakni 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta,” ungkap Totok.
Jika ditotal, nilai aset yang disita mencapai sekitar Rp476 miliar.
Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah dokumen penting, perangkat telepon seluler, serta beberapa foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang di dalam brankas.
Operasi ini merupakan bagian dari investigasi gabungan untuk mengusut tiga perkara korupsi besar, yaitu: Dugaan korupsi tata kelola batu bara yang diduga memicu pemadaman listrik, Dugaan korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025, Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang TPPUdalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Hingga saat ini, Kortastipidkor Polri masih melakukan pendalaman dan uji laboratorium forensik terhadap seluruh barang bukti yang disita.(Tim)
Tinggalkan Balasan