Melintasi Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Buka Akses Pendidikan di Pulau Tegal

Perjalanan Panjang Pendidikan di Pulau Tegal

Di tengah kegembiraan anak-anak yang menerima rapor, suasana di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pesona Pulau Tegal, Lampung Timur, terasa sangat istimewa. Hari itu bukan hanya hari pembagian rapor biasa, tetapi simbol bahwa mereka kini memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan yang layak. Di pulau yang termasuk wilayah 3T (terluar, terjauh, dan terisolasi), pendidikan menjadi harapan besar bagi generasi muda.

Perjalanan ini dimulai sekitar sepuluh tahun lalu, ketika Uniroh, seorang kepala sekolah dari Bandar Lampung, memutuskan untuk berjuang demi pendidikan anak-anak Pulau Tegal. Ia menemukan fakta pahit: banyak anak pulau mengaku bersekolah, namun tidak memiliki rapor, tidak pernah mengikuti ujian, bahkan tidak tahu jenjang pendidikan yang sedang mereka jalani. Dari situ, ia memutuskan untuk bertindak.

Uniroh bersama guru-guru relawan mendirikan PKBM Pesona. Namun, tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan masyarakat setempat yang awalnya skeptis. Keberadaan mereka yang konsisten setiap pekan akhirnya membuat masyarakat percaya bahwa pendidikan bisa menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Mitra Berharga dalam Perjuangan

Titik balik datang ketika PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan untuk mendukung PKBM Pesona sejak 2017. Komitmen perusahaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Dedy Saptaria Rosa, Sustainability Division Head PTBA, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya membantu program pendidikan berjalan, tetapi juga mengatasi berbagai keterbatasan yang dihadapi masyarakat Pulau Tegal. Salah satu bantuan yang diberikan adalah menyediakan kapal sebagai sarana transportasi bagi para guru dan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar kegiatan belajar dapat berlangsung lebih baik.

Kesempatan untuk Melanjutkan Pendidikan

Selain itu, PTBA juga mendukung pendidikan tinggi melalui program beasiswa. Anak-anak Pulau Tegal yang memiliki mimpi besar didorong untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka yang lolos seleksi akan difasilitasi untuk tinggal di Panti Asuhan Al Barokah, Tanjung Enim. Di sana, mereka menempuh pendidikan formal sekaligus mendapatkan pembinaan karakter dan keagamaan yang kuat.

“Kami ingin memastikan anak-anak di Pulau Tegal memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Saat ini sudah ada tiga anak yang mengikuti program tersebut, dan setiap tahun kami membuka kesempatan bagi adik-adik lainnya,” tambah Dedy.

Harapan yang Terus Bertumbuh

Bagi Uniroh, dukungan PTBA menjadi titik balik keberlangsungan PKBM. Awalnya, ia khawatir kegiatan ini hanya bertahan beberapa bulan karena kurangnya pendanaan. Namun, saat PTBA hadir dan langsung membantu kebutuhan anak-anak, harapan semakin besar.

Pendidikan bagi Uniroh dan PTBA bukan hanya tentang mencetak orang sukses secara materi, tetapi juga memanusiakan manusia menjadi pribadi yang berkualitas. Ketika manusia berkualitas lahir, mereka sendiri yang akan meruntuhkan rantai kemiskinan dan membangun tanah kelahiran mereka menjadi lebih baik.

Di Pulau Tegal, harapan itu kini tumbuh setiap hari. Dari ruang belajar yang sederhana lahir mimpi-mimpi baru anak-anak pesisir yang dahulu nyaris kehilangan kesempatan bersekolah. Melalui kolaborasi antara masyarakat, para relawan, dan PTBA, lautan luas yang dahulu menjadi penghalang kini justru menjadi saksi hadirnya masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus Pulau Tegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *