Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Demak Latih Siswa Baru Anti-Bullying

jateng.
, DEMAK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak, Jawa Tengah menggelar sosialisasi bagi pemilih pemula menuju Pemilu 2029 pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Kali ini, yang dituju SMK Miftahul Huda Mijen, Kabupaten Demak.

Anggota Bawaslu Kabupaten Demak Kusfitria Marstyasih menjelaskan tentang pendidikan politik dalam dalam ‘Perspektif Anti-
Bullying
untuk Remaja’.
Menurutnya, hal tersebut menjadi tren yang harus disampaikan kepada para remaja di era sekarang. Selain itu, dalam demokrasi perbedaan pendapat bukan menjadi alasan untuk saling bully.
“Dalam belajar Pendidikan politik, kita harus berani menyampaikan pendapat dengan santun. Ingat, dengan santun. Selain itu, perbedaan pendapat dalam demokrasi itu hal biasa. Tanpa ada bullying,” katanya, Minggu (19/7).
Meskipun saat ini para siswa-siswi belum memiliki hak pilih, menurutnya, mereka perlu dikenalkan dengan Demokrasi, Pemilu, dan Bawaslu. Karena, mereka merupakan pemilih pemula untuk Pemilu 2029 mendatang.
“Selain menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 nanti, mereka adalah bagian dari
agent of change
yang dapat menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Kusfitria berharap dengan upaya tersebut dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan partisipatif, terutama bagi pemilih pemula. Pihaknya, menyampaikan tips 5 A jika melihat dugaan pelanggaran.
“Jika melihat dugaan pelanggaran, jangan panik. Lakukan 5 A, yaitu Amati, Amankan bukti, Analisis, Adukan, dan Ajak. Bawaslu akan menindaklanjuti segala laporan dugaan pelanggaran Pemilu,” katanya.
Kepala sekolah SMK Miftahul Huda Mijen Abdul Rohman mengapresiasi Bawaslu Kabupaten Demak atas kehadiran dalam memberikan pendidikan demokrasi.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bawaslu Demak atas ilmu dan waktu yang diberikan kepada siswa-siswi baru kami. Semoga sinergitas dapat berlanjut dan terawat,” ujarnya.
(ink/jpnn)

Sosialisasi Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2029

Pemilu 2029 semakin dekat, dan Bawaslu Kabupaten Demak telah melakukan berbagai langkah untuk mempersiapkan generasi muda sebagai pemilih yang cerdas. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah sosialisasi pendidikan politik kepada para siswa SMK Miftahul Huda Mijen, yang bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Tujuan Sosialisasi

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep demokrasi, pemilu, dan peran Bawaslu kepada para siswa. Meskipun saat ini para siswa belum memiliki hak pilih, penting bagi mereka untuk memahami sistem demokrasi agar bisa menjadi pemilih yang aktif dan kritis di masa depan.

Selain itu, sosialisasi juga bertujuan untuk membentuk budaya demokrasi yang sehat, terutama di kalangan remaja. Dengan memahami nilai-nilai demokrasi, para siswa dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Pendekatan Pendidikan Politik

Salah satu topik utama yang dibahas adalah pendidikan politik dalam perspektif anti-bullying. Menurut Kusfitria Marstyasih, pendidikan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perbedaan pendapat sering kali menjadi alasan untuk bullying.

Ia menekankan bahwa dalam demokrasi, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Namun, setiap orang harus belajar menyampaikan pendapat dengan cara yang santun dan tidak merendahkan orang lain.

Tips untuk Menghadapi Pelanggaran Pemilu

Bawaslu juga memberikan panduan kepada siswa tentang cara menghadapi dugaan pelanggaran pemilu. Kusfitria menjelaskan lima langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Amati: Perhatikan secara detail apakah ada tanda-tanda pelanggaran.
  • Amankan bukti: Jika menemukan bukti, simpan atau catat informasi tersebut.
  • Analisis: Coba memahami situasi dan potensi dampak pelanggaran.
  • Adukan: Laporkan ke Bawaslu atau pihak berwajib.
  • Ajak: Libatkan orang lain dalam proses pengawasan dan penyelesaian masalah.

Dengan langkah-langkah ini, Bawaslu berharap masyarakat, khususnya pemilih pemula, lebih aktif dalam pengawasan partisipatif.

Tanggapan dari Sekolah

Kepala sekolah SMK Miftahul Huda Mijen, Abdul Rohman, menyambut baik kehadiran Bawaslu dalam memberikan edukasi demokrasi kepada siswa. Ia mengapresiasi waktu dan ilmu yang diberikan oleh Bawaslu.

Ia berharap kerja sama antara sekolah dan Bawaslu dapat terus berlanjut, sehingga siswa-siswi bisa terus mendapatkan pemahaman tentang demokrasi dan pemilu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *