Bangko, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kabupaten Merangin bergerak cepat mematangkan persiapan demi mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin Jambi.
Langkah strategis itu ditegaskan melalui Rapat Persiapan dan Pelaksanaan Revalidasi UGGp 2026 yang digelar di Ruang Rapat Kol. Moh. Syukur, Kantor Bupati Merangin, Jumat (31/7/2026).
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Sekda Merangin Zulhifni. Dalam rapat tersebut resmi dibentuk tim khusus yang bertugas menyambut Tim Penilai UNESCO sekaligus mendampingi jalannya peninjauan lapangan oleh tim evaluator resmi.
Tim ini nantinya akan memastikan seluruh aspek penilaian berjalan lancar, mulai dari penyambutan, kelengkapan data, hingga kesiapan lokasi geowisata.
Berdasarkan jadwal, dua evaluator internasional dijadwalkan hadir langsung ke Merangin. Mereka adalah Prof. Jeon Yongmun, Senior Evaluator asal Korea Selatan, dan Nikolas Klee, Junior Evaluator asal Prancis.
Proses penilaian revalidasi akan dipusatkan di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, sebagai salah satu geosite utama. Selain itu tim juga akan meninjau kawasan penyangga lainnya di dalam kawasan Geopark Merangin.
Dalam arahannya, Sekda Zulhifni menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen panitia agar bekerja maksimal. Sebab revalidasi ini menjadi penentu apakah status UGGp Merangin Jambi tetap dipertahankan.
“Saya meminta kepada panitia yang dibentuk untuk bekerja semaksimal mungkin. Revalidasi ini merupakan momentum krusial untuk membuktikan keberlanjutan pengelolaan Geopark Merangin di mata dunia,” tegas Zulhifni di hadapan peserta rapat.
Ia juga meminta seluruh OPD terkait, camat, kepala desa, hingga kelompok sadar wisata untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Kedatangan tim penilai independen ini bertujuan mengevaluasi langsung tiga pilar utama UNESCO Global Geopark, yaitu: Konservasi geologi dan lingkungan, Pemberdayaan masyarakat lokal melalui ekonomi kreatif dan geowisata, Pengembangan edukasi geowisatauntuk pelajar dan wisatawan
Pemkab Merangin optimistis dengan persiapan matang dan dukungan seluruh pihak, status UGGp Merangin Jambi yang pertama kali ditetapkan pada 2023 dapat dipertahankan pada revalidasi 2026 ini.
Status ini sangat penting karena menjadi pengakuan dunia atas kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya di Merangin, sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan dan perekonomian daerah.(*)
Pemerintah Kabupaten Merangin bergerak cepat mematangkan persiapan demi mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin Jambi.
Langkah strategis itu ditegaskan melalui Rapat Persiapan dan Pelaksanaan Revalidasi UGGp 2026 yang digelar di Ruang Rapat Kol. Moh. Syukur, Kantor Bupati Merangin, Jumat (31/7/2026).
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Sekda Merangin Zulhifni. Dalam rapat tersebut resmi dibentuk tim khusus yang bertugas menyambut Tim Penilai UNESCO sekaligus mendampingi jalannya peninjauan lapangan oleh tim evaluator resmi.
Tim ini nantinya akan memastikan seluruh aspek penilaian berjalan lancar, mulai dari penyambutan, kelengkapan data, hingga kesiapan lokasi geowisata.
Berdasarkan jadwal, dua evaluator internasional dijadwalkan hadir langsung ke Merangin. Mereka adalah Prof. Jeon Yongmun, Senior Evaluator asal Korea Selatan, dan Nikolas Klee, Junior Evaluator asal Prancis.
Proses penilaian revalidasi akan dipusatkan di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, sebagai salah satu geosite utama. Selain itu tim juga akan meninjau kawasan penyangga lainnya di dalam kawasan Geopark Merangin.
Dalam arahannya, Sekda Zulhifni menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen panitia agar bekerja maksimal. Sebab revalidasi ini menjadi penentu apakah status UGGp Merangin Jambi tetap dipertahankan.
“Saya meminta kepada panitia yang dibentuk untuk bekerja semaksimal mungkin. Revalidasi ini merupakan momentum krusial untuk membuktikan keberlanjutan pengelolaan Geopark Merangin di mata dunia,” tegas Zulhifni di hadapan peserta rapat.
Ia juga meminta seluruh OPD terkait, camat, kepala desa, hingga kelompok sadar wisata untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Kedatangan tim penilai independen ini bertujuan mengevaluasi langsung tiga pilar utama UNESCO Global Geopark, yaitu: Konservasi geologi dan lingkungan, Pemberdayaan masyarakat lokal melalui ekonomi kreatif dan geowisata, Pengembangan edukasi geowisatauntuk pelajar dan wisatawan
Pemkab Merangin optimistis dengan persiapan matang dan dukungan seluruh pihak, status UGGp Merangin Jambi yang pertama kali ditetapkan pada 2023 dapat dipertahankan pada revalidasi 2026 ini.
Status ini sangat penting karena menjadi pengakuan dunia atas kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya di Merangin, sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan dan perekonomian daerah.(*)
Tinggalkan Balasan