Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 19 Juli 2026
Pada hari Minggu, 19 Juli 2026, wilayah Jawa Tengah (Jateng) akan mengalami cuaca cerah berawan sepanjang hari. Dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jateng, mayoritas wilayah akan terkena kondisi cuaca ini. Suhu udara terendah mencapai 13 derajat Celcius di Kabupaten Banyumas.
Berikut adalah daftar wilayah di Jateng yang akan mengalami cuaca cerah berawan:
- Banjarnegara
- Banyumas
- Batang
- Blora
- Boyolali
- Brebes
- Cilacap
- Demak
- Grobogan
- Jepara
- Karanganyar
- Kebumen
- Kendal
- Klaten
- Kota Magelang
- Kota Pekalongan
- Kota Salatiga
- Kota Semarang
- Kota Surakarta
- Kota Tegal
- Kudus
- Magelang
- Pati
- Pekalongan
- Pemalang
- Purbalingga
- Purworejo
- Rembang
- Semarang
- Sragen
- Sukoharjo
- Tegal
- Temanggung
- Wonogiri
- Wonosobo
Suhu udara rata-rata di seluruh wilayah Jateng berkisar antara 13 derajat Celcius hingga 33 derajat Celcius. Kecepatan angin juga relatif rendah, yaitu antara 3 km per jam hingga 11 km per jam.
Puncak Musim Kemarau di Jawa Tengah
BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Jawa Tengah akan terjadi pada bulan Agustus dan September 2026. Dampak dari musim kemarau ini diperkirakan akan lebih lama akibat pengaruh El Nino pada tahun tersebut. Hal ini juga mirip dengan kondisi kemarau ekstrem yang terjadi pada tahun 2019 dan 2023.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sekitar 123 juta liter air bersih untuk 18 kabupaten dan kota yang berpotensi terdampak kekeringan. Namun, distribusi air bersih ini menghadapi tantangan karena kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pemetaan dan penyiapan alat distribusi. Ia juga menyatakan bahwa saat ini masih dilakukan kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi.
“Kami masih melakukan kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi,” ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (POK) triwulan I-2026, di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang.
Ketersediaan Air Bersih di Jawa Tengah
Bergas merinci bahwa ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak terdapat di Klaten dengan jumlah 57,6 juta liter. Berikut adalah data ketersediaan air bersih di beberapa wilayah:
- Klaten: 57,6 juta liter
- Boyolali: 13,4 juta liter
- Kabupaten Semarang: 12,9 juta liter
- Blora: 5,1 juta liter
- Purworejo: 5,06 juta liter
- Wonosobo: 5 juta liter
- Purbalingga: 4,4 juta liter
- Wonogiri: 3,7 juta liter
- Banjarnegara: 3,6 juta liter
- Grobogan: 3,1 juta liter
Sebaliknya, beberapa wilayah melaporkan ketersediaan air yang sangat rendah, seperti:
- Batang: 331 ribu liter
- Kota Salatiga: 250 ribu liter
- Demak: 150 ribu liter
- Kabupaten Pekalongan: 80 ribu liter
Beberapa daerah seperti Kota Solo dan Kota Magelang tidak melaporkan ketersediaan air karena merasa tidak pernah terdampak.
Upaya Penanganan Kekeringan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa persoalan kekeringan akan ditangani secara bersama-sama, termasuk dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menekankan pentingnya koordinasi dalam upaya mengurangi dampak kemarau, terutama terhadap swasembada pangan.
“Kami akan koordinasikan lagi termasuk dengan beberapa pelibatan BUMD juga akan kami kondisikan agar dampak kemarau bisa dikurangi termasuk dampak ke swasembada pangan,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan