Doc: Foto Bersama Tokoh Agama Lintas Iman Purwakarta
Forumnusantaranews.com- Semangat persaudaraan lintas iman, gotong royong, dan kepedulian lingkungan menyatu dalam kegiatan “RIDE FOR HARMONY: NGOSREK dan TOURING Purwakarta Istimewa” yang digelar Selasa, 12 Mei 2026. Sejak pagi hari, ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat bergerak bersama membawa pesan damai: kerukunan bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Mengusung tema “Bergerak Ngosrek Bersama, Bersaudara Selamanya Purwakarta Istimewa,” kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dengan aksi NGOSREK (ngobrol sambil beres-beres) di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, kawasan Alun-Alun Purwakarta. Dengan membawa sapu, kain pel, sekop, sabit hingga cangkul kecil, para peserta membersihkan area rumah ibadah sebagai simbol cinta terhadap kebersihan, lingkungan, dan persaudaraan.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein bersama Ketua FKUB Purwakarta, Kepala Kantor Kementerian Agama Purwakarta, Kasatpol PP, Distarkim, Bakesbangpol, Dharma Wanita Kemenag, unsur TP PKK, serta sekitar 60 penyuluh agama lintas iman dari Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu.
Om Zein menegaskan bahwa budaya gotong royong harus terus dirawat sebagai identitas masyarakat Purwakarta. Menurutnya, gerakan NGOSREK yang rutin dilakukan setiap Selasa dan Kamis bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga upaya membangun kepedulian sosial dan memperkuat kebersamaan masyarakat.
Usai dari Masjid Agung Baing Yusuf, rombongan melanjutkan touring kerukunan menuju GKP Sadang Ciwangi atau Kampung Harmoni. Di lokasi tersebut, peserta kembali melakukan aksi bersih-bersih lingkungan gereja sekaligus menggelar dialog moderasi beragama bersama tokoh agama, FKUB, Kementerian Agama, pemerintah setempat, hingga bidang persaudaraan dan HAAK.
Tidak hanya itu, semangat menjaga bumi juga diwujudkan melalui aksi penanaman pohon bersama sebagai simbol Ekoteologi pesan moral tentang pentingnya menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan. Penanaman pohon didukung oleh Galery Silaturahmi Nusantara Rest Area 72A dengan memperhatikan teknik penanaman yang baik agar pohon dapat tumbuh optimal.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Gereja Kristen Injili Nusantara Cinangka BIC dan berlanjut di Gereja Katolik Santa Maria Kota Bukit Indah. Di lokasi ini hadir Pembimas Katolik Provinsi Jawa Barat bersama Pastor Paroki Pst. Vincentius Dwi Sumarno dan Rm. Bernardinus Andrian Widi Karyanto.
Dengan penuh kebersamaan, para peserta membersihkan halaman dan lingkungan gereja sebelum melaksanakan penanaman pohon kelapa sebagai simbol harapan dan kehidupan.
Suasana semakin hangat saat seluruh peserta mengikuti Botram Harmoni, tradisi makan bersama khas Sunda menggunakan alas daun pisang. Sambal, lalapan, ayam, dan lauk sederhana disantap bersama tanpa sekat perbedaan, menghadirkan suasana kekeluargaan yang begitu kental.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Purwakarta menegaskan pentingnya membangun semangat Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama sebagai pondasi menjaga Indonesia yang majemuk.
Sementara itu, Ketua FKUB dan tokoh-tokoh agama mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, kebhinekaan, dan semangat gotong royong demi terciptanya Purwakarta yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan.
Di sela kegiatan, Ketua MUI FKUB bersama Ketua IPARI dan Penyuluh Agama Islam juga melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Tajug Gede Purwakarta. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa kegiatan lintas iman tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap keyakinan dan ibadah masing-masing.
Kegiatan Ride For Harmony Ngosrek dan Touring Purwakarta Istimewa menjadi gambaran nyata bahwa kerukunan dapat dibangun melalui aksi sederhana: membersihkan rumah ibadah bersama, menanam pohon, berdialog, hingga makan bersama dalam suasana penuh persaudaraan.
Dari masjid ke gereja, dari aksi sosial hingga penanaman pohon, Purwakarta kembali menunjukkan wajah toleransi yang hidup dan tumbuh di tengah keberagaman.
Tinggalkan Balasan