Satu Persamaan Al dan El yang Tak Dirasakan Dul Jaelani, Masa Kecil Maia Estianty Diungkit

Kehidupan Dul Jaelani di Dunia Musik

Dul Jaelani, salah satu dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan musisi kondang Maia Estianty dan Ahmad Dhani, memiliki perjalanan khusus dalam dunia musik. Sejak kecil, Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani sudah akrab dengan dunia musik. Mereka terbiasa bermain berbagai instrumen sejak usia muda dan bergabung dalam band The Lucky Laki sejak masih kecil.

Namun, ada hal yang membedakan Dul Jaelani dari dua kakaknya. Sementara Al dan El menempuh pendidikan formal, Dul Jaelani memilih homeschooling. Hal ini memberinya lebih banyak waktu untuk belajar musik. “Untungnya gue dapet lingkungan musik gitu. Jadi memang dari dulu kan Kakak Al sekolah, Kakak El sekolah gitu, dan gua homeschooling, jadi gua di rumah terus, main musik main musik,” kata Dul Jaelani.

Band The Lucky Laki

The Lucky Laki, band yang dibentuk oleh ayah Dul, Ahmad Dhani, pada tahun 2009, menjadi awal kariernya. Meski sempat vakum, band ini merilis single baru pada tahun 2023. Dul Jaelani juga mengakui bahwa dirinya turut berkontribusi dalam pembuatan lagu tersebut. “Pernah (rilis) single Pantaskah, ciptaanku, almarhum Om Ting sama Mas Heru. Kak Al di lirik itu di tahun 2023 kalau enggak salah, itu ref-nya aku gitu diproduseri Bokap (Ahmad Dhani) gitu.”

Namun, setelah Al Ghazali menikah pada tahun 2025 dan El Rumi menikahi Syifa Hadju di tahun 2026, The Lucky Laki kembali vakum. Dul Jaelani menyebutkan bahwa alasan utamanya adalah kesibukan kedua kakaknya yang kini fokus pada keluarga.

Titik Jenuh dalam Berkarya

Meski telah lama berkecimpung di dunia musik, Dul Jaelani pernah mengalami titik jenuh. Dalam wawancaranya, ia mengaku goyah selama lima tahun akhir-akhir ini. “5 tahun lah gua goyah gitu, 5 tahun gua sempat goyah gua akuin gua goyah gitu, itu dengan godaan-godaan pekerjaan yang secara finansial lebih stabil gitu ya.”

Ia menjelaskan bahwa seringkali ada tawaran kerja yang lebih menguntungkan secara finansial, seperti menjadi KOL (Kabar Artis), dibandingkan manggung. “Dalam satu hari gitu ada tawaran manggung jam tujuh malam, dan di situ orang-orang udah beli tiket, orang-orang udah pengin nonton lu gitu pekerjaan itu dengan nominal Rp20 ribu gitu. Terus ada tawaran KOL masuk hari H dengan angka Rp50 ribu di jam yang sama. Apakah lu akan mempertanggungjawabkan keputusan lu mau jadi seniman atau lu goyah ambil duit yang lebih gede?”

Setelah lima tahun goyah, Dul Jaelani akhirnya sadar dan bertekad untuk lebih keras memperjuangkan kariernya. “Gua lima tahun goyah jujur. Tapi pada akhirnya umur 25 nih nggak gua harus berjuang untuk apa yang gua impikan.”

Inspirasi Bermusik

Dul Jaelani mulai berkarier sebagai musisi pada tahun 2009 ketika ia dan dua kakaknya bergabung dalam band The Lucky Laki. Dari sana, ia berkembang menjadi penyanyi, penulis lagu, dan gitaris. Ia kini aktif dalam berbagai proyek musik seperti Backdoor, Qodir, dan The Krankers.

Peran orang tua, Maia Estianty dan Ahmad Dhani, sangat besar dalam perjalanan kariernya. “Dari Bokap (Dhani) Bokap referensinya gede banget, nyokap (Maia) juga,” ujarnya.

Awal minatnya bermusik berasal dari momen saat ia melihat sang ayah menciptakan lagu. “Nggak tahu tiba-tiba gua satu momen gua lihat Nirvana gitu, gua lihat interview-interview-nya, just don’t give up gitu. Practice latihan tiap hari gitu, write bikin bikin bikin lagu sebanyak-banyaknya gitu.”

Di awal karier, Dul hanya memainkan gitar sebagai hobi tanpa memikirkan pandangan orang lain. “Gua main gitar main tuh gua di pensi-pensi, nggak dibayar. Nggak ada juga gua mikirin (dilihat sebagai anaknya Ahmad Dhani) gue pengin seneng-seneng doang, gue mulai bikin lagu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *