Sidang Terbuka di Hadiri Dua Rektor, Adiansyah Lulus Doktor USU

Dosen USM Indonesia Luluskan Gelar Doktor dengan Penelitian Inovatif

Dosen Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Adiansyah, S.Si, M.Si berhasil menyelesaikan pendidikan strata-3 setelah dinyatakan lulus dalam sidang terbuka promosi doktor di Universitas Sumatera Utara (USU), pada Selasa (30/6). Proses ini menjadi momen penting dalam kariernya sebagai akademisi dan peneliti.

Sidang terbuka yang dihadiri oleh dua rektor sekaligus, yakni Wakil Rektor III USU Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T (pimpinan sidang) serta Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes, memberikan pengakuan atas prestasi Adiansyah. Sidang ini juga dihadiri oleh panitia ujian promosi doktor USU yang dipimpin oleh Prof. Dr. Tamrin, M.Sc selaku ketua dan promotor. Bersama lima anggota lainnya, termasuk Prof. Dr. Marpongahtun, M.Sc (co-promotor), Prof. Dr. Sovia Lenny, M.Si (co-promotor), Prof. Dr. Juliati Tarigan, M.Si, Prof. Dr. Andriayani, M.Si, dan Prof. Dr. Sumi Hudiyono, PWS.

Adiansyah juga hadir bersama sejumlah dekan dan dosen dari USM Indonesia. Ia merupakan ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM Indonesia. Dalam sidang tersebut, ia mendapatkan apresiasi dari panitia ujian karena menjadi lulusan pertama yang melakukan full research untuk penulisan disertasi. Bahkan, penelitiannya mencakup pengujian laboratorium hingga ke Singapura.

Latar Belakang dan Tujuan Penelitian

Adiansyah lahir di Terutung Seperai pada 9 Oktober 1988. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister kimia di USU. Judul disertasi S3-nya adalah “Modifikasi Alam dari Getah Pohon Bendo (Artocarpus Elasticus Reinw) dan Filer Limbah Batu Bara terhadap Daya Rekat Aspal”.

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan getah pohon bendo sebagai bahan baku dalam pembuatan perekat poliuretan dalam aspal. Getah bendo berupa poliol alami yang digabungkan dengan CH2O2 dan H2O2 serta polietilen glikol (PEG) 1000 dan toluena-2,4-diisosianat (TDI) menghasilkan poliuretan.

Data Kebutuhan Aspal dan Solusi yang Ditawarkan

Berdasarkan data BPS yang dikompilasi oleh Pertamina, kebutuhan aspal minyak (aspal pen 60 dan aspal modifikasi hasil penyulingan minyak bumi) untuk perkerasan jalan nasional dan daerah mencapai 1,1 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 ribu ton masih diimpor.

Dari hasil penelitian, Adiansyah menyimpulkan tiga hal penting. Pertama, campuran aspal, poliuretan getah bendo bahan agregat, fly dan bottom ash batu bara menghasilkan kondisi optimum untuk stabilitas dan aliran Marshall. Kedua, masing-masing sebesar 27.64 kN dan aliran 4.47 mm untuk penambahan BD-PU 5 persen. Ketiga, kekakuan 6,51 kN/mm pada penambahan BD-PU 3 persen.

“Penelitian ini menghasilkan perekat yang efektif dan memenuhi spesifikasi Bina Marga SNI 2456-2011,” jelas dosen USM Indonesia yang menamatkan pendidikan SD di Terutung Seperai serta SMP dan SMA di Kutacane tersebut.

Ucapan Terima Kasih dan Harapan Masa Depan

Atas capaian gelar doktor, Adiansyah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak terutama keluarga, teman, pimpinan USU dan USM Indonesia, ketua Yayasan Sari Mutiara, serta promotor, co-promotor, dan penguji sidang terbuka promosi doktor. Ia berharap penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan infrastruktur dan penggunaan sumber daya alam secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *