SPPG. Lenteng Timur Salurkan MBG. Seperti Mula

Sumenep FN: Selama liburan panjang, berkisar tiga minggu lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, maka seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak diperkenankan oleh  Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat untuk mengoperasikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seluruh penerima manfaat juga terhadap penerima manfaat bagi Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui (B3).

Atas keputusan tersebut seluruh SPPG. di seluruh Indonesia  harus tutup total, menunggu informasi selanjutnya setelah seluruh lembaga pendidikan aktif masuk kembali.

Aril Maulana Ramadan, S. M, selaku Kepala SPPG. Lenteng Timur, Kec. Lenteng, Kab. Sumenep, Senin, 13 Juli 2026, ketika dikonfirmasi oleh jurnalis media FN. di kantornya gegas menyampaikan bahwa, tidak beroperasinya karena memang ada keputusan dari  BGN Pusat.

” Selama liburan panjang lembaga pendidikan, seluruh SPPG. di seluruh Indonesia pasti tutup, termasuk di sini, karena keputusan dari BGN. Pusat. ” Ujarnya.

“Termasuk B3 ikut tutup juga. ” Imbuhnya kembali.

Namun setelah liburan, mulai dari 13 Juli 2026, SPPG. di seluruh Indonesia mulai beroperasi kembali, sebab lembaga pendidikan mulai aktif seperti biasa, termasuk B3. tersalurkan juga.

Terkait hal tersebut, Aril, sapaan akrabnya menyatakan, “musti ada tanggapan dari masyarakat penerima manfaat, namun untuk SPPG. ini, Alhamdulillah tidak ada, karena mungkin sejak mulai awal penyaluran MBG. kepada semua penerima manfaat, tidak pernah ada masalah di lapangan,

dan mudah mudahan ke depan terus berjalan lancar tanpa aral signifikan. ”

Di 13 Juli 2026 , SPPG. Lenteng Timur menyalurkan MBG, berkisar 18.00 kotak makanan ke setiap lembaga pendidikan, berikut ke B3 di empat desa area penyalurannya.

“Kami, salurkan MBG. berkisar 18.00 kotak makanan, mengingat daftar masuk lembaga pendidikan tidak sama. Terutama lembaga pendidikan swasta, rata rata aktif, masuk kembali seperti biasa, di Rabu, 15 Juli 2026.

Kalau biasanya lebih dari 2000 porsi dengan B3. ” Tegas Aril.

” B3 di SPPG. ini meliputi Desa Poreh, Desa Cangkreng, Desa Tarogen dan Desa Kambingan Barat,

namun yang masih tersalurkan untuk B3 selain Desa Cangkreng. ” Tambahnya simple.

Bagi Aril, sekali pun di SPPG. Lenteng Timur tidak pernah ada kendala sejak mulai beroperasi, tetapi dirinya butuh masukan dari pihak penerima manfaat.

Tanggapan, saran dan supportif masyarakat merupakan wadah introspeksi bagi diri dan rekan rekannya di SPPG. Lenteng Timur. (Sim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *