
Forumnusantaranews.com- Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat telah usai. Perhelatan organisasi yang menjadi ruang demokrasi bagi insan pers tersebut akhirnya menetapkan Tantan Sulthon Bukhawan sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031.
Usai terpilih dalam Konferprov yang berlangsung di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu (13/8/2026), Tantan menyampaikan pesan yang menyejukkan. Ia mengajak seluruh anggota PWI Jawa Barat untuk kembali melihat organisasi sebagai sebuah keluarga besar yang harus berjalan bersama.
“Ingat, kita adalah satu keluarga besar PWI Jawa Barat. Konferprov telah usai. Ini momentum penting bagi kita untuk bergerak bersama memajukan organisasi,” ujar Tantan.
Bagi Tantan, kemenangan dalam sebuah pemilihan bukanlah akhir dari sebuah persaingan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota PWI Jawa Barat yang telah menggunakan hak pilihnya secara demokratis.
“Kemenangan ini bukan milik pribadi, melainkan kemenangan seluruh keluarga besar PWI Jawa Barat,” katanya.
Dalam pemilihan tersebut, Tantan memperoleh 444 suara dari 699 suara yang masuk, sedangkan pesaingnya, Hardiyansyah atau yang akrab disapa Kang Andhy, memperoleh 247 suara. Tercatat pula enam suara tidak sah dan dua pemilih abstain.
Hasil tersebut menempatkan Tantan sebagai peraih suara terbanyak sekaligus Ketua PWI Jawa Barat untuk periode lima tahun ke depan.
Namun, bagi Tantan, angka-angka tersebut bukan alasan untuk terus mempertahankan sekat-sekat akibat kompetisi. Justru setelah konferensi selesai, seluruh anggota PWI Jawa Barat diharapkan dapat kembali duduk bersama, membangun komunikasi dan memperkuat organisasi.
Ia pun menyatakan kesiapannya merangkul seluruh pihak, termasuk mereka yang sebelumnya berada di barisan pendukung kandidat lain.
Semangat merangkul tersebut menjadi penting karena PWI bukan hanya tentang kepengurusan, tetapi juga tentang kebersamaan para wartawan yang setiap hari menjalankan tugas jurnalistik di berbagai daerah di Jawa Barat.
Ke depan, Tantan ingin PWI Jawa Barat lebih fokus pada peningkatan kompetensi wartawan, perlindungan profesi, kesejahteraan anggota serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia digital.
Hal itu sejalan dengan visi yang diusungnya, yakni “PWI Jabar Istimewa”, dengan tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju.”
Visi tersebut diterjemahkan melalui lima pilar utama, yakni meningkatkan kompetensi wartawan, memberikan perlindungan profesi, memperjuangkan kesejahteraan anggota, mendorong kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten/kota.
Sejumlah program juga telah disiapkan, di antaranya target 1.000 UKW gratis, penguatan advokasi dan perlindungan hukum bagi wartawan, perluasan akses perlindungan sosial, pelatihan digital dan multimedia, konsolidasi organisasi, kemitraan strategis, penguatan solidaritas internal serta peningkatan kapasitas jurnalistik dan wawasan kebangsaan.
Tantan juga menegaskan pentingnya melanjutkan berbagai program positif dari kepengurusan sebelumnya. Menurutnya, organisasi tidak seharusnya berjalan dengan menghapus jejak kepemimpinan sebelumnya, tetapi mengambil hal-hal baik untuk kemudian disempurnakan.
Pada akhirnya, seluruh anggota PWI Jawa Barat kini diharapkan dapat kembali kepada tugas utamanya: menjaga marwah jurnalistik, meningkatkan profesionalisme, memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Sementara itu, Hardiyansyah alias Kang Andhy sebelumnya membawa visi untuk menjadikan PWI Jawa Barat sebagai organisasi yang kuat, profesional dan berintegritas, dengan perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan wartawan dan keluarganya melalui berbagai kerja sama strategis.
Perbedaan pilihan dalam Konferprov pun kini diharapkan menjadi bagian dari dinamika demokrasi organisasi. Setelah proses pemilihan selesai, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana seluruh keluarga besar PWI Jawa Barat dapat kembali berjalan dalam satu barisan.
Konferprov telah selesai, persaingan telah usai. Kini waktunya PWI Jawa Barat bersatu, bekerja dan membuktikan bahwa organisasi ini benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh wartawan di Jawa Barat.



















