Probolinggo,forumnusantaranews.com-Sebagai upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Probolinggo, Pemerintah Kota setempat menggelar Job Fair Inklusi. Tahun ini, kegiatan serupa akan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Setelah April 2026, Job Fair Inklusi kembali dilaksanakan Agustus mendatang.
Pemkot Probolinggo menargetkan, dengan kegiatan ini diharapkan angka pengangguran turun 50 persen. “Tahun ini sebanyak 3 kali. Meningkat dari tahun kemarin yang cuma 1 kali, sekarang saya adakan 3 kali. Jadi kalau ini ada kesempatan kerja untuk 600 orang, nanti mudah – mudahan 2 kali lagi (job fair), lebih kurang nanti ada 2000 peluang kerja yang kita harapkan bagi mereka – mereka yang belum mendapat pekerjaan bisa mendapat pekerjaan melalui kegiatan Job Fair Inklusi yang terbuka untuk semua termasuk teman – teman disabilitas,” ujar Wali Kota Dokter Aminuddin.
Ya, Job Fair Inklusi yang digelar GOR Ahmad Yani, Rabu (15/4) diikuti 30 perusahaan berbagai sektor yang berasal dari dalam dan luar Kota Probolinggo. Dari 30 perusahaan tersebut tersedia 666 lowongan pekerjaan yang terdiri dari 321 perempuan dan 345 laki – laki.
Wali kota menyebut, sebentar lagi akan digelar Sensus Ekonomi yang berlangsung mulai 1 Mei – 31 Agustus 2026. Dimana salah satu yang dinilai dalam Sensus Ekonomi adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan angka ini masih cukup tinggi di Kota Probolinggo.
Tahun 2025 pengentasan indikator – indikator proses pembangunan ada 7 item. Di antaranya peningkatan pendidikan, indeks pembangunan manusia, kesehatan, gini ratio, peningkatan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi. “Semua itu bisa kita selesaikan, yang masih belum satu. Apa itu? pengangguran terbuka,” imbuh Dokter Amin.
Ada 3 kriteria utama pengangguran terbuka, yakni yang benar – benar belum mendapatkan pekerjaan tetapi tetap semangat untuk mencari kerja. Kedua, yang sudah diterima kerja namun belum mulai bekerja karena harus menjalani tahapan – tahapan yang perlu dilewati. Dan, mereka yang sudah tidak semangat untuk mencari kerja atau bekerja (desperate workers).
“Saya berharap melalui kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang layak bagi kehidupannya. Terima kasih kepada perusahaan atas dukungan dan kerja samanya hadir disini, memberikan kesempatan kepada saudara – saudara sekalian. Semoga ke – 30 perusahaan yang membutuhkan karyawan baru bisa terpenuhi sesuai dengen kriteria yang diharapkan,” terang wali kota.
Salah seorang pencari kerja Farrel Maulana Putra (22) warga Kota Probolinggo lulusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember ini mengaku senang dengan adanya Job Fair Inklusi dan berharap dirinya bisa diterima kerja pada perusahaan yang diinginkan.
“Senang ada job fair ini baru pertama ikut, jadi mempermudah orang – orang yang mencari kerja. Saya mau daftar di bagian officer, semoga diterima. Infonya dapat dari media sosial, semoga kedepan perusahaannya lebih banyak lagi dan pelaksanaannya tidak hanya satu hari,” katanya.
Sebelum membuka kegiatan Wali Kota Probolinggo beserta jajaran meninjau stand perusahaan yang ada di venue sekaligus menyapa dan memberi semangat kepada para pencaker (pencari kerja).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua Tim Penggerak PKK Dokter Evariani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Perangkat Daerah terkait, Kepala BPS Joko Santoso, Camat se- Kota Probolinggo, Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Perwakilan KADIN, HIPMI, APINDO, KSPSI Kota Probolinggo, PPDiS, Ketua Bursa Kerja Khusus SMK se- Kota Probolinggo dan pimpinan perusahaan. (Humas/sin)
Tinggalkan Balasan