Sumenep FN: Senin (20/4), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjar Barat 2 , Kec. Gapura, Kab. Sumenep kedatangan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Sumenep dalam rangka pengolahan air limbah dan pengolahan sampah.
Kepala SPPG. Banjar Barat 2, Tri Agus, S. P. sangat berterimakasih atas kedatangan tim Monev DLH. Kab. Sumenep dan sangat bersyukur atas kepedulian mereka untuk menjaga lingkungan SPPG.nya tetap bersih, nyaman dan sehat.
SPPG. Banjar Barat 2, Kec. Gapura, Kab. Sumenep selama ini, mulai sejak operasi hingga kini tetap menjaga kualitas makanan dan gizi, sehingga masyarakat dan anak didik penerima MBG. dari SPPG. tersebut mensupport, bahwa MBG. dari SPPG. Banjar Barat 2 sangat bagus selaras Standard Operating Procedure (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN) .
” Kami tetap menjaga kualitas makanan sesuai SOP. dari BGN. dan selalu memberi saran kepada staf staf bawahan kami, agar selalu kontrol, supaya tidak terjadi masalah setelah sampai ke lembaga pendidikan dan masyarakat desa penerima MBG. ” Ungkap Agus ketika dikonfirmasi pihak media FN. usai rapat dengan Tim Monev DLH. Sumenep.
” Misal ada satu buah di menu makanan MBG. terdapat kurang baik, tidak sesuai SOP, setelah sampai di penerima, maka saat itu juga kami ganti dengan yang baik. ” Tambah Agus jujur.
Kemudian dirinya fokus dengan tim Monev DLH. Sumenep, bahwa dalam rangka penanganan sampah organik dan non organik akan dilaksanakannya sesuai saran mereka demi kesehatan lingkungan di area SPPG. Banjar Barat 2.
Berdasar informasi dari Kepala DLH. Kab. Sumenep H. Anwar Syahroni Yusuf, melalui tim Monevnya, Herry Supratman, ” di SPPG. Banjar Barat 2, sudah memenuhi kriteria SOP. dari BGN.
Nilai nilai menu MBG. sudah menggapai terget kesehatan dan gizi, namun perlu penambahan terkait penanganan sampah, demi untuk menjaga kesehatan lingkungan di sekitar SPPG. Banjar Barat 2.
Sampah organik dan non organiknya harus bilah bilah. Untuk sampah organik nanti dikumpulkan oleh pihak petugas SPPG. Banjar Barat 2, untuk diproses menjadi bahan pakan ternak.
Dan bagi sampah non organiknya sudah disediakan oleh pihak kami TPS, TPA. dan kontainer DLH. ”
Di lain hal, Herry Supratman menyampaikan, ” ini semua untuk menjaga agar tidak terjadi pencemaran lingkungan di sekitar SPPG. ini.” Bahasnya di akhir perbincangan. (SIM)
Tinggalkan Balasan