103 Dewan Hakim MTQH ke-52 Merangin Resmi Dilantik Pemkab Resmi Jamin Independensi Penuh

Merangin, Forumnusantaranews.com-
Sebanyak 103 Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits MTQH ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin Tahun 2026 resmi dilantik. Prosesi pengambilan sumpah janji dipimpin Sekretaris Daerah Sekda Zulhifni mewakili Bupati Merangin H. M. Syukur di Pendopo Utama MTQH Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Sabtu (18/7/2026).
Para Dewan Hakim yang dilantik terdiri dari Tim Pengawas, Koordinator, Dewan Hakim, dan Panitera. Mereka akan bertugas menilai seluruh cabang lomba MTQH yang berlangsung di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
Dalam sambutan Bupati M. Syukur yang dibacakan Sekda Zulhifni, pemerintah menegaskan besarnya tanggung jawab yang diemban dewan hakim.
“Pelantikan dewan hakim ini adalah pengukuhan figur-figur terpercaya yang akan menentukan hasil akhir MTQH ke-52. Tugas ini tidak mudah karena berkaitan dengan harapan banyak pihak. Namun, saya yakin dengan kapasitas keilmuan yang mapan, para dewan hakim akan bekerja profesional dan amanah,” ujar Zulhifni.
Pemkab Merangin juga memastikan independensi penuh bagi para juri selama perhelatan berlangsung.
“Pemerintah Kabupaten Merangin secara penuh melimpahkan tanggung jawab penilaian kepada para dewan hakim. Kami pastikan, dewan hakim tidak akan diintervensi oleh pihak manapun dalam melakukan penilaian. Karena itu, bekerjalah dengan objektif dan penuh rasa tanggung jawab kepada Allah SWT,” tegasnya.
Jaminan ini diharapkan mampu menjaga kredibilitas hasil lomba dan melahirkan kafilah terbaik yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Lebih dari sekadar kompetisi, Bupati melalui Sekda menekankan bahwa MTQH harus menjadi penggerak utama dalam membentuk generasi Qur’ani.
“MTQH hanyalah sarana evaluasi dan bukan tujuan akhir. Tujuan yang lebih besar adalah bagaimana kita meningkatkan minat generasi muda untuk mencintai, membaca, dan memahami Al-Qur’an. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun mental spiritual masyarakat demi mewujudkan Sumber Daya Manusia SDM yang unggul dan Qur’ani menuju Merangin Baru 2030,” tambahnya.
Acara ditutup dengan pesan puitis dari Bupati untuk para hakim:
“Jangan sembarang bermain bedil, kecuali terbuat dari kertas. Kepada juri bersikaplah adil, agar didapat kafilah yang berkualitas.”
“Membaca Al-Qur’an dengan irama, hati tenang pikiran terbuka. Dewan hakim memegang amanah bersama, jujur menilai tanpa ada rekayasa.”(Nic/Tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *