Kota Tua yang Menyimpan Sejarah dan Keunikan
Tallinn adalah ibu kota Estonia sekaligus kota terbesar di sana. Posisinya ada di tepi teluk di sebelah utara Estonia, menghadap langsung ke Laut Baltik. Yang bikin Tallinn unik banget adalah suasananya. Di sini, kamu bisa merasakan getaran sejarah zaman dulu yang kental banget, tapi di waktu yang sama, kamu juga bisa menikmati fasilitas kota modern yang serba digital.
Nah, penasaran kan apa saja hal seru yang ada di kota ini? Yuk, langsung kita intip fakta-fakta menariknya!
Salah Satu Kota Abad Pertengahan Terbaik di Eropa
Kota Tua Tallinn adalah kawasan perdagangan abad pertengahan di tepi Laut Baltik yang masih utuh dan terawat dengan sangat baik. Kota ini dulunya berkembang pesat sebagai pusat perdagangan penting di Eropa Utara sejak abad ke-13 hingga ke-16. Uniknya, perpaduan antara area kota di atas bukit kapur dan kota di bawahnya menciptakan pemandangan indah yang bisa terlihat jelas dari kejauhan.
Area atas bukit bernama Toompea sejak dulu berfungsi sebagai pusat pemerintahan yang dilengkapi dengan kastil dan katedral. Sementara itu, area bawah bukit menyajikan suasana masa lalu dengan jalanan sempit yang berkelok-kelok dan deretan bangunan kuno yang masih asli. Hebatnya lagi, tata letak bangunan dan struktur kota di sana hampir tidak berubah sama sekali sejak ratusan tahun lalu.
Pernah Memiliki Bangunan Tertinggi di Eropa

Gereja St. Olaf merupakan bangunan abad pertengahan terbesar di Tallinn yang dinamai berdasarkan nama raja Norwegia, Olav II Haraldsson. Gereja bersejarah yang pertama kali tercatat dalam sejarah pada tahun 1267 ini punya anjungan pengamatan setinggi 60 meter. Dari atas sana, para pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Tua Tallinn yang luar biasa indah dan menakjubkan.
Saat ini tinggi menara gereja berdiri di angka 123 meter setelah sempat menyusut akibat bencana alam. Padahal pada abad ke-15, menaranya sempat mencapai tinggi 159 meter dan menjadikannya salah satu bangunan tertinggi di Eropa abad pertengahan. Sayangnya, menara yang sangat tinggi ini tercatat sudah puluhan kali tersambar petir hingga memicu kebakaran besar sebanyak tiga kali.
Ada Apotek Tertua di Eropa yang Masih Beroperasi

Apotek Balai Kota Tallinn (Raeapteek) adalah apotek tertua di Eropa yang masih terus beroperasi di lokasi yang sama sejak zaman dulu. Tempat bersejarah ini pertama kali tercatat dalam dokumen kota pada tahun 1422. Sepanjang sejarahnya, apotek ini dikelola oleh banyak apoteker hebat, termasuk keluarga Burchart yang mengabdi setahun penuh hingga sepuluh generasi berturut-turut.
Sekarang, bangunan unik ini menjadi salah satu warisan abad pertengahan paling penting di Kota Tua Tallinn yang dilindungi UNESCO. Tepat di sebelahnya, terdapat sebuah museum seru tempat pengunjung bisa belajar tentang ramuan medis dan metode penyembuhan kuno. Menariknya lagi, apotek bersejarah ini juga menyediakan tur berpemandu serta kelas lokakarya di ruang bawah tanahnya yang ramah anak-anak sekolah.
Transportasi Publik Gratis bagi Warga Lokal
Urban sustainability exchange melaporkan bahwa sejak Januari 2013, ibu kota Estonia resmi menggratiskan seluruh layanan transportasi umum seperti bus, trem, dan bus listrik bagi warganya. Keputusan ini menjadikan Tallinn sebagai kota terbesar di dunia yang berani menggratiskan fasilitas transportasi bagi seluruh penduduknya. Kebijakan ini diambil setelah sebagian besar warga memberikan persetujuan mereka lewat jajak pendapat resmi.
Dalam referendum lokal yang diadakan saat itu, sebanyak 76% pemilih sepakat untuk membebaskan biaya transportasi umum. Sekarang, seluruh warga lokal bisa bepergian ke mana saja di dalam kota tanpa perlu membayar sepeser pun. Caranya pun sangat mudah, mereka hanya perlu membawa dan menunjukkan Kartu Transportasi Umum khusus yang sudah terdaftar.
Punya Tradisi Pasar Natal yang Sangat Tua

Pasar Natal Tallinn yang terkenal selalu diadakan di Alun-Alun Balai Kota yang bernuansa abad pertengahan. Bintang utama dari festival ini adalah sebuah pohon Natal megah yang menjadi pohon paling penting di seluruh Estonia. Hebatnya lagi, tradisi memajang pohon Natal di alun-alun ini sudah dimulai sejak tahun 1441 dan menjadikannya pohon Natal publik pertama di Eropa.
Seluruh area pasar dihias dengan lampu-lampu cantik dan dekorasi khas Natal yang sangat meriah. Para pedagang lokal di sana menjual berbagai macam kerajinan tangan serta makanan tradisional Estonia seperti sosis darah, kubis asam, dan kue jahe. Selain berburu kuliner dan minuman hangat, para pengunjung kecil juga bisa bermain komidi putar dan menikmati berbagai acara seru.
Dengan perpaduan sempurna antara keaslian sejarah abad pertengahan dan kecanggihan teknologi masa kini, Tallinn membuktikan diri sebagai kota yang berhasil merawat masa lalu sekaligus memimpin masa depan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sebuah kota bisa berkembang maju tanpa harus kehilangan identitas dan akar sejarahnya.

Tinggalkan Balasan