Tanjung Jabung Barat, Forumnusantaranews.com-
Semarak budaya tradisional kembali hidup di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan. Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka Lomba Permainan Tradisional Sauk’an Layangan di kawasan Waterfront City Kuala Tungkal, Sabtu (8/8/2026).
Pembukaan acara yang didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E. ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten dalam melestarikan permainan rakyat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat lintas usia.
Bupati Anwar Sadat mengapresiasi tinggi kinerja jajaran panitia, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa PMD, serta seluruh sponsor yang telah mendukung terselenggaranya ajang yang kembali menghidupkan tradisi layangan di Tanjabbar.
Menurut Bupati, ruang aktivitas luar ruangan seperti ini memiliki peran penting bagi anak-anak dan generasi muda. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi media pengenalan nilai-nilai budaya dan sosial.
“Terima kasih kepada panitia, Dinas PMD, dan seluruh sponsor yang sudah mendukung kegiatan ini. Semoga permainan seperti ini dapat terus kita lestarikan dan kembangkan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa permainan rakyat tidak hanya sekadar hiburan. Di dalamnya terkandung nilai gotong royong, kreativitas, dan kearifan lokal yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Semangat berkompetisi harus selalu dibarengi dengan rasa persaudaraan dan saling menghargai. Menang atau kalah itu biasa, yang penting kebersamaannya,” tegasnya.
Lomba Sauk’an Layangan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 130 orang dari berbagai kalangan.
Kepala Dinas PMD Tanjung Jabung Barat M. Natsir, S.IP., M.M., melaporkan komposisi peserta terdiri dari 64 peserta umum, 22 pelajar SD, serta 44 pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat.
Peserta akan berkompetisi memperebutkan gelar terbaik dalam kategori ketinggian, keunikan bentuk, dan daya tahan layangan.
Kemeriahan pembukaan ditandai dengan penerbangan layangan bersama. Bupati Anwar Sadat, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, dan para tamu undangan melepas layangan ke langit Waterfront City.
Aksi ini disambut sorak-sorai warga yang memadati kawasan tepi sungai. Langit Kuala Tungkal pun dipenuhi warna-warni layangan tradisional.
Acara semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi peserta dan dukungan penuh dari berbagai sponsor daerah.
Turut hadir dalam acara ini jajaran Forkopimda, Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Tanjabbar, Ketua GOW, perwakilan lembaga keuangan, KORMI, Inorga Pelangi, serta tokoh masyarakat setempat.
Dengan adanya lomba ini, Pemkab Tanjabbar berharap permainan tradisional tidak tergerus perkembangan zaman. Sauk’an Layangan diharapkan menjadi ikon budaya baru yang mampu menarik wisatawan sekaligus menjaga identitas daerah.(Tim)


Tinggalkan Balasan