Dede S D’blenk Ketua Gibas Kabupaten Purwakarta.
Forumnusantaranews.com- Aktivitas proyek pembangunan Kampus UPI di Kabupaten Purwakarta dengan nilai anggaran Rp33 miliar kembali mendapat sorotan. Kali ini, sorotan itu datang dari Gerakan Inisiatif Barusan Anak Siliwangi (Gibas) Kabupaten Purwakarta, yang menilai pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek tersebut diduga sengaja diabaikan hingga menyebabkan seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja serius beberapa waktu lalu.
Korban yang merupakan warga Bandung dilaporkan mengalami luka robek di bagian kepala setelah tertimpa potongan kayu yang dibuang dari lantai atas oleh pekerja lain saat aktivitas proyek berlangsung. Akibat insiden tersebut, korban harus mendapatkan penanganan medis dengan 10 jahitan di kepala.
Ketua Gibas Kabupaten Purwakarta, Dede S D’Blenk, mengecam keras dugaan lemahnya penerapan standar K3 di area pembangunan kampus tersebut. Ia menilai kejadian itu tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa, karena menyangkut keselamatan nyawa pekerja di lapangan.
“Ini bukti bahwa pengawasan K3 di proyek pembangunan Kampus UPI Purwakarta diduga lemah. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama, bukan malah diabaikan hingga menyebabkan pekerja terluka parah. Disnaker provinsi diduga tutup mata atas pelanggaran yang d dilakukan oknum kontraktor terkait keselamatan kerja pegawai,”tegas D’blenk kepada awak media, Selasa 12 Mei 2026.
Menurut D’blenk, setiap proyek pembangunan berskala besar wajib menerapkan prosedur keselamatan kerja secara ketat, mulai dari pengawasan aktivitas di ketinggian, penggunaan alat pelindung diri, hingga sterilisasi area kerja agar tidak membahayakan pekerja lain di bawah.
Gibas Kabupaten Purwakarta pun mendesak pihak kontraktor agar lebih serius memperhatikan standar operasional keselamatan kerja sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, Gibas meminta instansi terkait turun tangan melakukan pemeriksaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Jangan sampai ada korban berikutnya. K3 bukan sekadar formalitas proyek, tapi menyangkut keselamatan manusia,” ucap D’blenk.
Tinggalkan Balasan