Dede S D’blenk Ketua Gibas Kabupaten Purwakarta.
Forumnusantaranews.com- Proyek pembangunan Kampus UPI Purwakarta yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, kritik keras datang dari Ketua GIBAS Kabupaten Purwakarta, Dede S D’blenk, yang menilai lemahnya pengawasan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.
Menurutnya, masih ditemukan dugaan pelanggaran K3 yang dilakukan oknum kontraktor, mulai dari pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap hingga minimnya standar keamanan kerja di area pembangunan.
Dede menyebut kondisi tersebut sangat memprihatinkan, terlebih proyek pembangunan Kampus UPI Purwakarta diketahui memiliki nilai anggaran mencapai Rp33 miliar. Ia mempertanyakan keseriusan pihak kontraktor maupun pengawasan dari instansi terkait.
“Ini proyek besar, anggarannya fantastis. Tapi penerapan keselamatan kerja terkesan diabaikan. Kami melihat Disnaker Provinsi seperti tutup mata terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum kontraktor,” tegas Dede kepada awak media, Selasa 12 Mei 2026.
Ia menilai pengawasan ketenagakerjaan tidak boleh hanya formalitas semata. Keselamatan pekerja, kata dia, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pembangunan, apalagi proyek pemerintah yang menggunakan uang negara.
“Jangan sampai ada korban dulu baru sibuk turun ke lapangan. Fungsi pengawasan itu harus berjalan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
GIBAS Kabupaten Purwakarta pun mendesak agar Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap proyek pembangunan Kampus UPI Purwakarta dan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran aturan K3.
Selain itu, Dede meminta pihak kontraktor lebih bertanggung jawab terhadap keselamatan para pekerja di lapangan dan tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek semata.
“Keselamatan pekerja bukan sekadar pelengkap administrasi. Nyawa manusia jangan dianggap murah,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan