Forumnusantaranews.com BANYUWANGI – Ada pemandangan yang berbeda dan menyejukkan hati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi siang ini, Sabtu (23/5/26). Lapangan Blok Griya Blambangan yang biasanya sepi di jam-jam tertentu, mendadak dipadati oleh ratusan warga binaan yang berkumpul dengan tertib. Mereka hadir bukan untuk apel rutin, melainkan untuk menggelar aksi makan siang bersama secara massal.
Jika biasanya para warga binaan menikmati jatah makan siang di dalam kamar hunian masing-masing, kali ini pihak Lapas sengaja menciptakan atmosfer yang berbeda. Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa saat mereka duduk bersama, berbagi cerita, dan menyantap hidangan yang disajikan.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memang sengaja diinisiasi sebagai langkah strategis untuk membangun hubungan yang lebih humanis di dalam Lapas.
“Kegiatan ini sengaja kami laksanakan untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga rasa kebersamaan antar warga binaan,” ujar Solichin di sela-sela memantau jalannya kegiatan.
Untuk menambah spesial momen kebersamaan ini, pihak Lapas juga memberikan kejutan berupa tambahan menu makanan khusus. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Solichin, memberikan suasana baru dan hidangan ekstra adalah cara sederhana namun efektif untuk memupuk kebahagiaan di tengah masa pidana yang sedang mereka jalani.
“Kami ingin mereka merasakan esensi dari sebuah keluarga. Dengan makan bersama seperti ini, sekat-sekat perbedaan bisa mencair, sehingga persaudaraan di antara mereka semakin kuat dan kebahagiaan bisa terjalin,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan fisik dan rekreasi mental, Solichin menegaskan bahwa momentum kumpul bersama ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendekatan persuasif dari pihak manajemen Lapas.
Melalui pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan ini, Kalapas menyampaikan imbauan penting kepada seluruh warga binaan untuk selalu patuh dan taat pada aturan yang berlaku di dalam Lapas, menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun demi kenyamanan bersam, serta mengikuti seluruh program pembinaan, baik kemandirian maupun kepribadian, dengan sebaik-baiknya.
Dengan metode pendekatan yang humanis dan menyentuh hati seperti ini, Lapas Banyuwangi berharap dapat terus menjaga kondusifitas lingkungan, sekaligus mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Tinggalkan Balasan