Makassar — forumnusantaranews.com Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Nismawati, S.Si., M.Kes., berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Program Studi S3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Gelar doktor tersebut diraih setelah Nismawati berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor yang digelar di Aula Prof. Dr. H. Sirajuddin Beku, Gedung C Lantai 2 FKM UNHAS, Jumat, 7 Agustus 2026. Ujian berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 15.30 WITA.
Dalam ujian tersebut, Nismawati mempertahankan disertasi berjudul “Distribusi Virus Dengue Penyebab Demam Berdarah Berbasis Pemeriksaan Antigen NS1 pada Dataran Tinggi, Sedang, dan Rendah di Provinsi Sulawesi Selatan.”
Sidang Ujian Promosi Doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes. Sementara tim penguji terdiri atas Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin, M.Kes., CWM. selaku Promotor; Prof. dr. Hasanuddin Ishak, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Eng. Ilham Alimuddin, ST., MGIS., Ph.D. selaku Ko-Promotor; Prof. Dr. Ririh Yudhastuti, drh., M.Sc. sebagai Penguji Eksternal; serta Prof. Dr. Masni, Apt., MSPH., Prof. Dr. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK., dan Prof. Anwar Mallongi, SKM., M.Sc., Ph.D. sebagai penguji internal.
Teliti Risiko Dengue Berdasarkan Ketinggian Wilayah

Dalam disertasinya, Nismawati mengkaji distribusi dan faktor risiko dengue berdasarkan karakteristik geografis pada wilayah dataran rendah, sedang, dan tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan.
Penelitian tersebut mengintegrasikan berbagai indikator, mulai dari kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD), faktor iklim, pemeriksaan antigen NS1, indikator entomologi jentik Aedes, perilaku pencegahan masyarakat, hingga pemetaan spasial. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran risiko dengue yang lebih komprehensif berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola risiko dengue berbeda pada setiap gradien ketinggian. Pada dataran rendah, risiko cenderung lebih menyebar pada lingkungan perkotaan. Sementara dataran sedang menunjukkan karakteristik risiko transisi dengan habitat perkembangbiakan nyamuk yang lebih beragam.
Adapun pada dataran tinggi, risiko dengue cenderung membentuk kantong-kantong lokal atau micro-foci. Temuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa risiko dengue dan keberadaan vektor Aedes tetap ditemukan pada wilayah dataran tinggi.
Penelitian juga menemukan bahwa karakteristik mikrohabitat kontainer berperan terhadap keberadaan jentik Aedes. Sementara faktor perilaku seperti pengetahuan, pencegahan primer, penerapan 3M Plus, dan penyuluhan kesehatan menunjukkan pola hubungan yang berbeda dengan status antigen NS1 pada masing-masing wilayah ketinggian.
Pemetaan spasial yang dilakukan dalam penelitian tersebut juga memperlihatkan adanya variasi distribusi risiko antarwilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian dengue perlu mempertimbangkan karakteristik epidemiologi, lingkungan, perilaku masyarakat, serta kondisi geografis setempat.
Pengendalian Dengue Harus Berbasis Risiko Lokal
Temuan penelitian Nismawati menegaskan bahwa strategi pengendalian dengue tidak dapat sepenuhnya menggunakan pendekatan yang sama pada setiap wilayah.
Surveilans dan intervensi perlu dikembangkan berdasarkan profil risiko lokal dengan mengintegrasikan indikator kasus, keberadaan vektor, mikrohabitat rumah tangga, perilaku masyarakat, serta informasi spasial.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan strategi pencegahan dan pengendalian dengue yang lebih tepat sasaran, terutama dalam menghadapi karakteristik geografis Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah dataran rendah, sedang, hingga tinggi.
Setelah melalui tahapan presentasi disertasi, pendalaman substansi penelitian, serta sesi tanya jawab bersama tim penguji, Nismawati dinyatakan lulus dengan hasil yudisium “Sangat Memuaskan” dan resmi menyandang gelar Doktor.
Capaian tersebut menandai keberhasilan Nismawati menyelesaikan pendidikan doktoral pada Program Studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Hasanuddin. Prestasi tersebut sekaligus menjadi tambahan kekuatan akademik bagi sumber daya dosen FKM Universitas Indonesia Timur.
Dihadiri Pimpinan dan Civitas Akademika UIT
Ujian Promosi Doktor Nismawati turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Indonesia Timur, antara lain Rektor UIT Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes.; Wakil Ketua Yayasan UIT Aminuddin, S.H., M.H.; Wakil Rektor I Drs. Hanafi A. Kadir, SKM., M.Kes.; Wakil Rektor II Dr. Arjang, ST., MT., M.M.; Asdir II Dr. Makkah Muharram, S.H., M.H., M.Kn.; serta Dekan FKM Marhtyni, SKM., M.Kes.
Turut hadir Dekan Fakultas Farmasi Dr. Apt. Ajeng Kurniati Roddu, S.Si., M.Kes.; Dekan Fakultas Hukum Dr. Abd. Basir, S.Ag., M.H.; Ketua Prodi MIAN Dr. Nurmillah Ilyas, S.Sos., M.Pd., M.Si.; Ketua Prodi MM Dr. Nisma Iriani, S.E., M.M.; Ketua Prodi M.Kes. Dr. H. Moh. Basri, SKM., M.Kes.; Wakil Dekan Psikologi H. Andi Tajuddin, P.Si., M.Si., M.Kes.; Kepala BAAK Agus Suarman, S.E., M.M.; serta Ketua LBH UIT Ambo Esa, S.H., M.H.
Selain jajaran pimpinan, kegiatan tersebut juga dihadiri dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, keluarga, dan sejumlah tamu undangan yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas keberhasilan Nismawati.
Keberhasilan meraih gelar doktor ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Dr. Nismawati, S.Si., M.Kes. dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di Universitas Indonesia Timur, khususnya dalam pengembangan keilmuan epidemiologi serta pencegahan dan pengendalian penyakit dengue berbasis karakteristik wilayah.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan kompetensi akademik dosen merupakan bagian penting dalam membangun perguruan tinggi yang semakin unggul, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan