DPRD Jatim Kembangkan Program Kesehatan Gratis untuk Rakyat

DPRD Jawa Timur Dorong Optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis

DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) sedang berupaya keras untuk meningkatkan cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Saat ini, program tersebut hanya mencapai 30 persen dari target yang diharapkan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat upaya preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan, menegaskan bahwa angka cakupan yang rendah ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Legislatif berkomitmen untuk ikut mengawal dan menyukseskan program ini tanpa sepenuhnya bergantung pada eksekutif. “Tentu ini harus kami dorong. Kami sebagai anggota dewan sebenarnya tidak bisa harus menyerahkan semua ke eksekutif,” ujar Jairi saat dikonfirmasi di Surabaya pada Jumat (17/7/2026).

Pentingnya Pencegahan Dibanding Pengobatan

Menurut Jairi, Cek Kesehatan Gratis (CKG) memegang peranan vital di tengah meningkatnya ancaman berbagai penyakit kronis tanpa memandang usia. Sebagai contoh nyata, saat ini semakin banyak generasi muda yang terpaksa harus menjalani prosedur cuci darah akibat keterlambatan deteksi dini. Selama ini, APBD maupun APBN lebih banyak terserap untuk penanganan kuratif atau pengobatan medis.

Untuk menekan pengeluaran tersebut, DPRD Jatim mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk menggencarkan promosi kesehatan dan tindakan preventif. “Cek kesehatan gratis ini menjadi salah satu upaya preventif yang penting. Harapannya ke depan urusan kuratif terus berkurang,” tandas Jairi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung tersebut.

Inovasi Layanan untuk Atasi Ketakutan Masyarakat

Guna menjangkau lebih banyak warga, Jairi aktif mengintegrasikan layanan CKG dalam agenda reses maupun kegiatan kemasyarakatan di daerah pemilihannya, yaitu Blitar dan Tulungagung. Namun, ia menemukan fakta di lapangan bahwa masih banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena takut mengetahui penyakit yang diidapnya.

Untuk mengatasi hambatan psikologis ini, Jairi mengusulkan adanya inovasi dalam metode skrining kesehatan agar tidak melulu berpusat di fasilitas kesehatan formal seperti Puskesmas. Berikut adalah beberapa poin evaluasi dan usulan solusi terkait program CKG di Jawa Timur:

  • Inovasi Kemasan Program

    Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan di ruang publik yang santai, bukan hanya di Puskesmas, untuk mengurangi rasa takut dan malu warga.

  • Gaya Hidup Sehat

    Menggencarkan kampanye pola hidup sehat bersamaan dengan pelaksanaan skrining berkala.

  • Kolaborasi Multi-pihak

    Menggandeng komunitas lokal dan tokoh masyarakat saat masa reses dewan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

Kesimpulan

Penyempurnaan dan peningkatan cakupan Cek Kesehatan Gratis di Jawa Timur membutuhkan pendekatan kreatif di luar Puskesmas, agar masyarakat tidak lagi merasa takut untuk melakukan deteksi dini penyakit kronis. Dengan inovasi dan kolaborasi yang tepat, program CKG dapat menjadi alat efektif dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *