Peran Duta Bahasa dalam Mempertahankan Kekayaan Bahasa Indonesia
Melani Tebuot Bame, pemenang pertama Duta Bahasa Papua 2026, menegaskan bahwa tugas seorang Duta Bahasa tidak hanya terbatas pada gelar yang diperoleh, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menyebarkan Trigatra Bangun Bahasa kepada masyarakat. Ia menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam Serial Podcast Inspiratif forumnusantaranews.com yang dipandu oleh Ismail Saleh, seorang jurnalis sekaligus host podcast tersebut, di Kota Sorong.
Trigatra Bangun Bahasa merupakan inisiatif dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini memiliki tiga pilar utama yang menjadi pedoman bagi para Duta Bahasa dalam menjalankan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Pertama, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Kedua, melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya. Ketiga, menguasai bahasa asing agar mampu bersaing di tingkat global. Ketiga pilar ini saling melengkapi dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia, menjaga kelestarian bahasa daerah, serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing.
Melani menjelaskan bahwa kampanye Trigatra Bangun Bahasa bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, tanpa mengabaikan pelestarian bahasa daerah. Tujuannya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya literasi, budaya, kebahasaan, dan kesastraan.
Sebagai pemenang pertama Duta Bahasa Papua 2026, Melani berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda di Papua Barat Daya. Ia menekankan pentingnya mencintai bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Bahasa
Salah satu tantangan yang dihadapi dalam program ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa daerah dan bahasa asing. Banyak orang cenderung lebih fokus pada penggunaan bahasa Indonesia, sehingga bahasa daerah sering kali terabaikan. Di sisi lain, penggunaan bahasa asing juga belum sepenuhnya merata, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan pembinaan lebih lanjut.
Melani menilai bahwa pendidikan dan edukasi menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini. Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk aktif dalam mempelajari dan mengamalkan Trigatra Bangun Bahasa. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga keberagaman bahasa sekaligus memperkuat identitas nasional.
Peran Media dalam Penyebaran Informasi
Media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi tentang Trigatra Bangun Bahasa. Melani mengapresiasi upaya forumnusantaranews.com dalam menyajikan konten edukatif yang relevan dengan isu kebahasaan. Ia berharap, melalui media, pesan-pesan tentang pentingnya penggunaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing dapat sampai kepada seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, ia juga berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendorong implementasi Trigatra Bangun Bahasa. Dengan kerja sama yang kuat, program ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu meningkatkan kesadaran berbahasa dan memperkuat identitas bangsa.
Kesimpulan
Duta Bahasa bukan hanya sekadar wajah dari suatu program, tetapi juga seorang pelaku yang berkomitmen untuk mempromosikan Trigatra Bangun Bahasa. Melani Tebuot Bame, sebagai pemenang pertama Duta Bahasa Papua 2026, menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya dalam mengedukasi masyarakat. Dengan tiga pilar utama yang menjadi pedoman, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda dan masyarakat luas.
Tinggalkan Balasan