Antusias dan Kecemasan Borja Iglesias Menghadapi Final Piala Dunia 2026
Borja Iglesias, striker Spanyol, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina. Namun, kecemasan juga muncul dalam dirinya, khususnya karena kemungkinan harus berjabat tangan dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut rencana, Donald Trump akan hadir langsung di laga final yang digelar di Stadion New York, New Jersey, pada Senin (20/7/2026) dinihari WIB. Ia akan memberikan selamat kepada para pemain kedua tim finalis. Hal ini mirip dengan apa yang dilakukannya di final Piala Dunia Antarklub tahun lalu, meski terlihat biasa, namun bagi Iglesias hal ini sangat menakutkan.
Kecemasan Iglesias tidak lepas dari pandangan politiknya. Ia secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya dengan pendapat Trump mengenai Palestina. Menurutnya, pandangan tersebut bertentangan dengan keyakinannya, sehingga membuatnya ingin menghindari pertemuan dengan Trump.
Iglesias mengaku tak ingin terlibat dalam situasi yang bisa berujung pada masalah hukum akibat perbedaan pandangan politik. Meskipun demikian, ia tidak mempermasalahkan pertemuan dengan Trump asalkan Spanyol menjadi juara. Fokusnya tetap pada perayaan kemenangan.
“Saya tidak ingin berakhir di penjara,” katanya sambil mengedipkan mata seperti dikutip dari Voetbal Primeur. “Akan tetapi saya berharap bisa bertemu dengannya di saat semua orang sangat bahagia, agar semuanya cepat selesai dan saya bisa melupakannya setelah itu.”
Lebih lanjut, Iglesias merasa bahwa final Piala Dunia 2026 bukan waktu yang tepat baginya untuk menciptakan kontroversi. Ia dikenal sebagai pesepak bola yang cukup vokal dalam menyampaikan pandangan politiknya. Beberapa isu yang ia soroti termasuk penentangan terhadap komunitas LGBT, dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter, serta dukungan untuk Palestina.
“Ini bukan waktunya untuk menciptakan kontroversi. Orang-orang tahu betul bagaimana perasaan saya tentang hal-hal tertentu,” katanya lagi. “Saya ingin melakukan banyak hal, tetapi kenyataannya saya tidak memiliki banyak kekuatan untuk mengubah hal-hal tertentu,” imbuhnya.
Meski belum memainkan menit bermain di Piala Dunia, kehadiran Iglesias di skuad Spanyol tidak bisa dipandang sebelah mata. Spanyol yang dilatih oleh Luis de la Fuente masih mengandalkan Mikel Oyarzabal sebagai ujung tombak utama tim Matador. Di belakangnya, ada tiga gelandang serang yang siap membantu, yaitu Dani Olmo, Alex Baena, dan Lamine Yamal.
Di sisi lain, Argentina tetap akan menurunkan kapten mereka, Lionel Messi, sebagai penyerang bayangan di belakang Julian Alvarez. Tiga gelandang pengatur serangan, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, dan Alexis MacAllister, akan menjadi pemasok bola utama bagi keduanya.
Spanyol kembali ke final setelah Piala Dunia 2010 lalu. Kini, status mereka sebagai penantang sang juara bertahan edisi 2022 membuat persaingan semakin ketat.
Tinggalkan Balasan