Bangko, Forumnusantaranews.com-
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara gala dinner penyambutan Tim Evaluator UNESCO Global Geopark (UGGp) di Rumah Dinas Bupati Merangin, Senin (10/8/2026) malam.
Momen ini menjadi awal manis sebelum tim evaluator memulai rangkaian revalidasi status UGGp Merangin Jambi selama 10- 15 Agustus 2026.
“Kami Datang Sebagai Teman, Bukan Inspektur” Evaluator UGGp asal Korea Selatan, Mr. Jeon Yongmun dari Jeju Island UNESCO Global Geopark, mengaku sangat terkesan dengan keramahan warga Merangin.
Pengalaman itu dirasakannya langsung saat menyempatkan diri menyusuri kawasan Kota Bangko sebelum acara penyambutan dimulai.
“Sebelum makan malam, saya sempat berjalan-jalan di pusat kota. Semua warga lokal tersenyum dan menyapa. Ini memberikan kesan yang sangat baik bagi saya,” ujar Mr. Jeon Yongmun yang diterjemahkan Lukman dari Balai Bahasa Provinsi Jambi.
Di hadapan Bupati Merangin M. Syukur dan para pemangku kepentingan, Mr. Jeon menegaskan bahwa tim evaluator hadir untuk mendampingi, bukan untuk mencari kesalahan.
“Kami hadir di sini bukan sebagai inspektur, melainkan sebagai teman. Kami tidak datang untuk memeriksa, tetapi untuk berkolaborasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, revalidasi Geopark bukan hanya soal warna kartu (card color) rekomendasi UNESCO. Ini adalah proses belajar dan pembenahan bersama untuk meningkatkan mutu warisan dunia.
“Mulai besok kita akan turun ke lapangan bersama-sama, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik untuk pengembangan Geopark Merangin. Kami siap menjadi motivator agar potensi yang ada bisa berkembang lebih maksimal,” tambah Mr. Jeon.
Komitmen pendampingan tersebut disambut hangat oleh Bupati Merangin, M. Syukur. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen penuh Pemkab Merangin bersama masyarakat untuk menjaga tiga pilar utama Geopark, (Geodiversity) keragaman geologi (Biodiversity) keanekaragaman hayati, (Cultural diversity) keragaman budaya.
“Geopark Merangin bukan sekadar warisan batu atau status di mata internasional, melainkan sarana pemberdayaan ekonomi lokal dan UMKM yang berkelanjutan,” ujar Bupati.
Bupati juga memaparkan keberhasilan pengelolaan Geopark Merangin dalam tiga tahun terakhir. Di antaranya raihan penghargaan Best Practice UGGp pada 2023, penghargaan dari Kementerian ESDM RI pada 2025, serta lonjakan angka kunjungan wisatawan yang mencapai lebih dari 200 persen.
Acara gala dinner diakhiri dengan jamuan makan malam bersama para tamu undangan, unsur Forkopimda, tim teknis, dan masyarakat. Keakraban semakin terasa saat Bupati Merangin menutup sambutannya dengan pantun yang menegaskan tekad daerah dalam mempertahankan status warisan dunia UGGp bagi Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
Kehangatan penyambutan ini diharapkan menjadi energi positif bagi tim evaluator selama melakukan penilaian lapangan di enam geosite utama Merangin.(*)


Tinggalkan Balasan