.CO.ID – JAKARTA.PT Geely Auto Indonesia terus mempersiapkan diri menghadapi peningkatan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik yang akan berlaku mulai 2027.
Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia Constantinus Herlijoso mengatakan, perusahaan saat ini terus mengikuti perkembangan regulasi TKDN sekaligus memperkuat penggunaan komponen lokal.
“Kami terus mengikuti perkembangan regulasi terkait TKDN dan melihat peningkatan kandungan lokal sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Geely di Indonesia,” ujar Constantinus kepada , Senin (14/9/2026).
Menurut dia, Geely telah memulai perakitan lokal sejak tahun lalu untuk sejumlah model kendaraan listrik, yakni Geely EX5, Geely Starray EM-i, dan Geely EX2. Dari proses tersebut, TKDN produk Geely saat ini telah mencapai 46,5%.
Geely akan meningkatkan kandungan lokal secara bertahap dengan memperkuat kolaborasi bersama mitra industri dalam negeri serta mengembangkan rantai pasok lokal.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra industri lokal dan mengembangkan rantai pasok secara bertahap, sejalan dengan ketentuan yang berlaku serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional,” katanya.
Adapun pemerintah menargetkan TKDN kendaraan listrik mencapai 60% mulai 2027. Geely bahkan menargetkan dapat memenuhi angka tersebut lebih cepat.
Constantinus menyebut Geely membidik TKDN 60% sebelum akhir 2026. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan masih melakukan penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.
“Sejalan dengan target TKDN 60% pada 2027, kami menargetkan pemenuhan angka tersebut sebelum akhir 2026,” ungkapnya.
Salah satu komponen penting yang menjadi perhatian dalam peningkatan TKDN kendaraan listrik adalah baterai. Geely saat ini telah menggandeng Gotion sebagai pemasok battery cell untuk model Geely EX2.
“Untuk saat ini, kapasitasnya cukup untuk mendukung kebutuhan produksi Geely EX2, termasuk seiring peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar,” jelas Constantinus.
Meski demikian, Geely belum merinci kapasitas pasokan baterai maupun porsi kontribusi masing-masing komponen terhadap pencapaian TKDN 60% pada 2027.
Penguatan rantai pasok lokal menjadi penting bagi Geely karena peningkatan TKDN tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi kendaraan listrik di dalam negeri.


















