Jambi, Forumnusantaranews.com-
Memasuki musim kemarau, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M.H memastikan kesiapan penuh personel dan sarana prasarana menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan karhutla di wilayah Jambi.
“Tim lengkap semuanya, tenaga kita juga ada, sarana juga ada, helikopter standby di bandara,” kata Al Haris di Jambi, Selasa (14/7/2026).
Gubernur juga mengingatkan seluruh tim untuk tidak lengah. “Jangan overconfident dan jangan underestimate. Sinergi antarinstansi harus kuat agar penanganan bisa cepat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” tegasnya.
Satgas Karhutla telah melakukan sejumlah langkah pencegahan. Salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca OMC pada Mei hingga Juni 2026 lalu.
Langkah awal itu bertujuan menjaga tanah rawan kebakaran tetap lembap. Mengingat fenomena cuaca ekstrem saat ini sulit diprediksi, meski sudah musim kemarau namun hujan masih berpotensi turun di Jambi.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, hingga semester pertama Juni 2026, luas lahan terbakar mencapai 137,72 hektare. Rinciannya, Sarolangun 44,90 hektare, Batang Hari 36,42 hektare, Tanjabbar 33,40 hektare, Tanjabtim 18,80 hektare, Tebo2,50 hektare, Muaro Jambi 1,70 hektare
Delapan dari 11 wilayah di Jambi telah menetapkan status siaga. Yaitu Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Tebo.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi Andre Eko Rinjani mengatakan kondisi ini jadi perhatian serius karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko titik api.
Pemerintah daerah mengedepankan langkah pencegahan dengan membentuk 81 Pos Komando Terpadu di delapan kabupaten rawan karhutla.
“Personel di setiap posko tidak hanya bersiaga menghadapi kebakaran, tetapi juga melakukan patroli rutin, memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memetakan wilayah rawan, mengecek ketersediaan sumber air hingga melakukan pemadaman dini apabila ditemukan titik api,” kata Andre.(***)
Memasuki musim kemarau, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M.H memastikan kesiapan penuh personel dan sarana prasarana menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan karhutla di wilayah Jambi.
“Tim lengkap semuanya, tenaga kita juga ada, sarana juga ada, helikopter standby di bandara,” kata Al Haris di Jambi, Selasa (14/7/2026).
Gubernur juga mengingatkan seluruh tim untuk tidak lengah. “Jangan overconfident dan jangan underestimate. Sinergi antarinstansi harus kuat agar penanganan bisa cepat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” tegasnya.
Satgas Karhutla telah melakukan sejumlah langkah pencegahan. Salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca OMC pada Mei hingga Juni 2026 lalu.
Langkah awal itu bertujuan menjaga tanah rawan kebakaran tetap lembap. Mengingat fenomena cuaca ekstrem saat ini sulit diprediksi, meski sudah musim kemarau namun hujan masih berpotensi turun di Jambi.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, hingga semester pertama Juni 2026, luas lahan terbakar mencapai 137,72 hektare. Rinciannya, Sarolangun 44,90 hektare, Batang Hari 36,42 hektare, Tanjabbar 33,40 hektare, Tanjabtim 18,80 hektare, Tebo2,50 hektare, Muaro Jambi 1,70 hektare
Delapan dari 11 wilayah di Jambi telah menetapkan status siaga. Yaitu Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Tebo.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi Andre Eko Rinjani mengatakan kondisi ini jadi perhatian serius karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko titik api.
Pemerintah daerah mengedepankan langkah pencegahan dengan membentuk 81 Pos Komando Terpadu di delapan kabupaten rawan karhutla.
“Personel di setiap posko tidak hanya bersiaga menghadapi kebakaran, tetapi juga melakukan patroli rutin, memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memetakan wilayah rawan, mengecek ketersediaan sumber air hingga melakukan pemadaman dini apabila ditemukan titik api,” kata Andre.(***)
Tinggalkan Balasan