Himbauan Bagi Para Guru Dalam Syistem Pengimplementasian Kurikulum Merdeka Tidak Close Mindset Namun Harus Open Mindset Terhadap Semua Siswa


Sumenep FN: Workshop Pengimplementasian  Kurikulum Merdeka bagi kepala sekolah dan para guru Sekolah Dasar Negeri (SDN)  se Kec. Bluto , Kab. Sumenep diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sumenep, mulai tanggal, (4-5/10),  di aula SDN. I Bluto, Kec. Bluto, Kab. Sumenep

Pembukaan Wordshop Pengimplementasian Kurikulum Merdeka bersama kepala sekolah dan semua guru tingkat pendidikan dasar di Kecamatan Bluto,  sempat dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Agus Dwisaputra, S. Sos., M.Si, bersama rombongan dan disambut oleh segenap para kepala sekolah serta para guru kelas dengan senang hati.

Dalam workshop tersebut,  nara sumber  langsung  dipercayakan oleh Kadisdik. Sumenep  kepada Pengawas Tingkat Pendidikan Sekolah Dasar Kab. Sumenep, Moh. Salehorman, S.Pd., M.M, sekaligus dipercaya oleh  instansi terkait sebagai  nara sumber nasional.

Kutipan pembahasan Salehorman dalam workshop tersebut, membedah secara keseluruhan  kurikulum merdeka kepada semua kepala sekolah serta para dewan guru,  agar  supaya mendapat informasi  cara pengimplementasian kurikulum merdeka secara penuh sebagai modal untuk diterapkan mereka kepada semua siswa, apabila di lembaga pendidikan mereka  telah melaksanakan kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka dilaksanakan oleh pemerintah sebagai opsi kurikulum lebih simple dari kurikulum sebelumnya, namun bukan berarti akan menghapus kurikulum lama, karena masing masing kurikulum tersebut masih layak pakai , umpama kurikulum 13.

Letak kesimplelan kurikulum merdeka berada di sisi kontennya, sebagai harapan,  guru lebih mendalam cara memberi penguasaan materi pelajaran kepada siswa, karena konten tersebut tidak terlalu melebar pembahasaannya, sehingga modul ajar diberikan oleh para guru lebih gampang diserap oleh para siswa.

Di samping yang paling dominan ,- ungkap Salehorman di sela sela workshop,- bahwa kurikulum merdeka,  ada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dengannya,  siswa bisa memilih di mana  satuan pendidikan siswa sukai , siswa tinggal memilih  materi yang sesuai dengan kemauan dan   karakteristik siswa.

Maka darinya, akan membentuk siswa bisa berguna bagi masyarakat, sebab di ranah pembelajaran kurikulum merdeka ada system pembelajaran sesuai karateristik siswa. Siswa bisa menerapkan pendidikan bilamana bermasyarakat dan saat dibutuhkan oleh masyarakat.

Untuk jangkauan , – ulas Salehorman,- bagi lembaga pendidikan sedang menerapkan kurikulum merdeka, sangat dimungkinkannya, di tahun 2025 sudah tuntas , sebab di tahun ini, kelas 1 dan kelas 4 dan untuk tahun 2023,  kelas 2 dan kelas  5,  kemudian di tahun 2025 ,  kelas  3 dan kelas 6,  otomatis tahun 2025 dari kelas paling rendah hingga kelas 6 tuntas tanpa sisa.

Akhirnya , nara sumber nasional menghimbau, agar para guru, para kepala sekolah dengan adanya kurikulum merdeka, dihimbaunya tidak close mindset,  namun harus open mindset , tidak harus punya anggapan nigatif terhadap keluncuran kurikulum merdeka , namun harus punya anggapan positif, karena setiap ada pembaharuan musti ada hasrat kemajuan untuk dicapai secara maksimal. (Sim)

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *